Manfaatkan Setiap Detik Hidupmu untuk Mendekat kepada Allah

Bagikan Keteman :


Setiap detik hidup kita adalah hadiah yang tak ternilai. Waktu adalah modal utama yang diberikan Allah untuk kita beramal. Jika waktu hilang, tak seorang pun mampu membelinya kembali. Karena itu, orang beriman yang cerdas tak rela waktunya terbuang sia-sia. Ia menjadikan setiap hembusan nafas, setiap langkah, bahkan setiap detik yang berlalu sebagai ladang pahala.

Allah berfirman:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1-3)

Ayat ini menjadi pengingat kuat betapa berharganya waktu dan betapa rugi orang yang menyia-nyiakannya. Karena itu, kita diajak untuk mengisi waktu dengan iman, amal shalih, kebaikan, dan kesabaran.

Betapa indah bila bibir kita senantiasa terhias doa, shalawat, dan dzikir. Betapa tenang bila hati kita selalu terpaut pada Al-Qur’an. Bahkan ketika tubuh butuh istirahat, kita niatkan tidur sebagai ibadah, agar bangun dengan energi baru untuk berbuat kebaikan. Inilah tanda iman yang hidup, tanda hati yang sedang disirami cahaya-Nya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Hadis ini menegaskan bahwa waktu luang adalah nikmat besar yang sering disia-siakan. Mengisinya dengan dzikir, shalawat, membaca Al-Qur’an, atau amal shalih apa pun adalah cara terbaik memanfaatkan nikmat itu.

Namun semangat ini harus kita jaga. Jangan biarkan rasa malas dan kelalaian mencuri waktu berharga kita. Ingatlah sabda Nabi ﷺ:

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang terus-menerus meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini berarti menjaga istiqamah lebih penting daripada berlebihan sesaat lalu berhenti. Keseimbangan pun penting: tubuh, keluarga, dan pikiran kita juga punya hak. Nabi ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya tubuhmu punya hak atasmu.” (HR. Bukhari)

Memenuhi hak-hak itu dengan niat ibadah adalah bagian dari penghambaan.

Mari kita syukuri setiap detik yang Allah berikan. Mari kita isi dengan dzikir, doa, amal sholeh, belajar, dan memberi manfaat. Jadikan setiap aktivitas kita — bahkan yang sederhana — bernilai ibadah di hadapan-Nya. Ketika semangat ini terus kita rawat, hidup kita akan terasa lebih ringan, lebih bermakna, dan lebih dekat dengan ridha Allah.

Jangan tunggu esok. Gunakan waktu sekarang juga. Karena setiap detik adalah kesempatan emas yang mungkin tak akan datang kembali.


By: Andik Irawan

Related posts

Leave a Comment