Menjaga Lisan, Menjaga Keamanan Sosial
Oleh: Andik Irawan – Da’i Kamtibmas Polres Gresik
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
Yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat keamanan di bumi Gresik yang kita cintai ini.
Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita, Nabi besar Muhammad ﷺ, sang teladan agung yang selalu mengajarkan kepada kita tentang pentingnya menjaga lisan, menjaga hati, dan menjaga ukhuwah di antara sesama.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Sadar atau tidak, keamanan di masyarakat ini tidak hanya dijaga oleh aparat kepolisian saja. Tapi juga oleh setiap warga, oleh setiap insan beriman yang mau menjaga lisannya. Karena sesungguhnya, banyak kegaduhan sosial berawal dari ucapan.
Kadang bukan karena senjata, bukan karena kekerasan, tapi karena kata-kata yang salah, komentar yang menyakitkan, atau tulisan di media sosial yang menimbulkan fitnah dan kebencian.
🗣️ Lisan Adalah Amanah
Allah sudah memperingatkan kita dalam Al-Qur’an, Surah Qaf ayat 18:
“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan di dekatnya ada malaikat pengawas yang selalu hadir.”
Artinya, setiap kata yang keluar dari mulut kita tidak pernah hilang. Semua dicatat oleh malaikat. Maka berhati-hatilah…
Kalau kata itu membawa manfaat, silakan ucapkan. Tapi kalau tidak, lebih baik diam.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Indah sekali nasihat ini.
Kalau semua warga masyarakat memegang prinsip ini, insyaAllah Gresik akan menjadi daerah yang aman, tenteram, dan penuh keberkahan.
🔥 Fitnah dan Hoaks Lebih Tajam dari Pedang
Saudaraku sekalian,
Di zaman sekarang ini, lisan kita bukan cuma mulut. Tapi juga jari-jari kita di media sosial.
Satu ketikan bisa menyebar ke ribuan orang dalam hitungan detik. Dan kalau yang kita sebarkan adalah hoaks, fitnah, atau kebencian, maka kita sedang menebar api di tengah masyarakat.
Padahal Allah sudah memperingatkan dalam Surah Al-Isra ayat 36:
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya.”
Artinya, jangan asal share, jangan asal bicara.
Kalau belum jelas sumbernya, tahan dulu. Karena keamanan sosial bisa rusak hanya karena satu pesan yang salah.
🌸 Kata yang Menyejukkan, Bukan Menyulut
Mari kita biasakan berkata yang menyejukkan.
Kalau ada perbedaan, hadapi dengan sabar dan senyum.
Kalau ada kesalahpahaman, selesaikan dengan dialog dan doa.
Ingat, kata-kata yang lembut bisa menjadi pendingin hati,
sedangkan kata yang kasar bisa menyalakan api permusuhan.
Menjadi masyarakat yang cinta damai artinya kita siap menjadi penjaga keamanan dari sisi moral dan sosial.
Karena menjaga keamanan bukan hanya dengan seragam dan senjata, tapi juga dengan ucapan dan akhlak.
🤝 Sinergi Umat dan Aparat
Da’i Kamtibmas hadir bukan hanya untuk berceramah di masjid, tapi juga untuk mengajak seluruh masyarakat bersinergi menjaga ketertiban.
Mari bantu aparat dengan cara paling sederhana: menjaga ucapan dan perbuatan.
Kamtibmas bukan cuma tugas polisi — tapi juga tugas kita semua sebagai warga beriman.
Kalau kita jaga lisan, jaga hati, jaga media sosial kita…
maka sesungguhnya kita sudah ikut berpatroli — bukan di jalanan, tapi di dunia maya dan di lingkungan sosial kita sendiri.
🌙 Penutup
Hadirin yang saya cintai karena Allah,
Mari kita sama-sama menjaga keamanan sosial mulai dari diri sendiri.
Jagalah lisan, jagalah jari, dan jagalah hati.
Kata-kata kita bisa menjadi sebab keberkahan,
tapi bisa juga menjadi sebab kerusuhan.
Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai bagian dari penjaga kedamaian,
penyebar ketenangan,
dan penguat persaudaraan di bumi Gresik tercinta.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
By: Andik Irawan