Ilmu yang Membawa pada Takwa

Bagikan Keteman :

Andik Irawan, Anggota Da’i Kamtibmas Polres Gresik


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah ﷻ yang meninggikan derajat orang-orang beriman dan berilmu beberapa derajat.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ — sang guru umat manusia, yang dengan ilmu dan amalnya menerangi hati seluruh dunia.


📖 Ilmu Adalah Cahaya dari Allah

Jamaah yang dirahmati Allah,
Dalam Islam, ilmu bukan hanya sekadar hafalan atau teori.
Ilmu adalah cahaya dari Allah, sebagaimana disebutkan dalam hadits:

“Sesungguhnya ilmu itu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang bermaksiat.”
(Imam Asy-Syafi’i)

Artinya, ilmu sejati bukan yang banyak di kepala, tapi yang menuntun langkah dan menenangkan hati.
Ilmu yang benar selalu membawa pada takwa, bukan pada kesombongan.


🌾 Ilmu dan Takwa Adalah Dua Saudara

Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-Mujadilah ayat 11:

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”

Ayat ini menunjukkan bahwa iman dan ilmu tidak bisa dipisahkan.
Ilmu tanpa iman akan melahirkan kesombongan.
Tapi iman tanpa ilmu akan melahirkan fanatisme buta.

Maka keseimbangan antara keduanya adalah takwa.
Ilmu yang disertai takwa menjadikan seseorang rendah hati, sabar, bijaksana, dan bermanfaat bagi masyarakat.


🕊️ Ilmu yang Tidak Membawa Takwa Adalah Sia-sia

Saudaraku,
Rasulullah ﷺ bersabda:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat.”
(HR. Muslim)

Betapa banyak orang berilmu tinggi, tapi justru ilmunya menjauhkan dari Allah.
Ada yang pandai bicara, tapi lisannya menyakiti.
Ada yang banyak membaca, tapi hatinya keras dan sombong.
Ada yang tahu hukum, tapi melanggar hukum itu sendiri.

Itulah tanda ilmu yang tidak membawa takwa — ilmu yang kering dari rasa takut kepada Allah.


🌸 Tanda Ilmu yang Membawa Takwa

Bagaimana tanda ilmu yang membawa takwa?
Ada beberapa ciri, jamaah sekalian:

  1. Menumbuhkan rasa takut kepada Allah.
    Sebagaimana firman-Nya: “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama.” (QS. Fathir: 28)
  2. Membentuk akhlak mulia.
    Orang berilmu sejati tidak mudah marah, tidak sombong, tidak mencela, karena ilmunya mendidik hatinya.
  3. Menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial.
    Ilmunya tidak digunakan untuk keuntungan pribadi, tapi untuk menolong sesama dan menegakkan kebenaran.
  4. Mendorong untuk terus belajar.
    Ilmu yang membawa takwa membuat seseorang sadar bahwa dirinya kecil di hadapan ilmu Allah yang Maha Luas.

⚖️ Peran Ilmu dalam Menjaga Kamtibmas

Jamaah sekalian,
Sebagai Da’i Kamtibmas, kita memahami bahwa ilmu adalah pondasi ketertiban masyarakat.
Orang yang berilmu tahu mana yang benar dan salah, mana hak dan batil, mana hukum dan pelanggaran.

Tanpa ilmu, masyarakat mudah terprovokasi, terjebak fitnah, bahkan melakukan kejahatan tanpa sadar.
Namun dengan ilmu — terutama ilmu agama dan kesadaran hukum — masyarakat menjadi lebih tenang, tertib, dan damai.

Maka tugas kita bukan hanya menegakkan hukum, tapi juga mendidik masyarakat agar berilmu yang membawa takwa.
Karena keamanan yang sejati bukan karena banyaknya aparat, tapi karena tingginya kesadaran dan ketaatan.


🌿 Kisah Inspiratif: Ilmu yang Menghidupkan Hati

Dikisahkan, seorang pemuda datang kepada Imam Malik rahimahullah dan berkata,
“Wahai Imam, aku ingin menuntut ilmu agar bisa menjadi orang besar.”

Imam Malik menjawab,
“Jika tujuanmu menuntut ilmu untuk menjadi besar, maka Allah tidak akan memberkahimu.
Namun jika engkau belajar untuk menghidupkan agama Allah, maka Allah akan memuliakanmu.”

Subhanallah…
Itulah bedanya ilmu yang membawa kesombongan dengan ilmu yang membawa takwa.
Yang satu menimbulkan kebanggaan dunia, yang lain menumbuhkan kedekatan kepada Allah.


💎 Aplikasi di Kehidupan Kita

Ilmu yang membawa takwa bukan hanya milik ulama dan cendekiawan.
Setiap muslim bisa mendapatkannya jika:

  1. Belajar dengan niat karena Allah, bukan karena popularitas atau keuntungan.
  2. Mengamalkan ilmu walau sedikit — karena ilmu tanpa amal seperti pohon tanpa buah.
  3. Menyebarkan ilmu dengan keikhlasan — karena cahaya ilmu makin terang bila dibagikan.
  4. Menghindari dosa — karena maksiat memadamkan cahaya ilmu di hati.

🌺 Penutup: Jadilah Orang Berilmu yang Bertakwa

Hadirin yang dimuliakan Allah,
Ilmu itu ibarat lentera, dan takwa adalah bahan bakarnya.
Jika ilmu tanpa takwa, lentera itu akan padam.
Tapi jika ilmu disertai takwa, maka ia akan menerangi jalan hidup, keluarga, dan masyarakat.

🌿 “Barang siapa yang dikehendaki Allah mendapat kebaikan, maka Allah akan memahamkannya dalam agama.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Mari kita terus belajar, memperdalam ilmu, memperkuat iman, dan menebarkan manfaat.
Karena masyarakat yang berilmu dan bertakwa adalah masyarakat yang aman, tertib, dan penuh berkah.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Related posts

Leave a Comment