Andik Irawan, S.Pd.I – Anggota Da’i Kamtibmas Porles Gresik
Pilar Paling Kokoh Kamtibmas adalah Masyarakat yang Religius
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bapak, Ibu, serta hadirin yang dirahmati Allah,
Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat dan penuh semangat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat — Kamtibmas — yang menjadi tanggung jawab kita bersama.
Hadirin sekalian,
Kamtibmas yang kuat bukan hanya dibangun dengan pagar, senjata, atau aparat yang siaga, tetapi yang paling kokoh justru terletak pada jiwa masyarakat yang beriman, religius, dan takut berbuat salah karena merasa diawasi oleh Tuhan.
Inilah pondasi spiritual yang tak tergantikan oleh sistem apapun.
Ketika masyarakatnya beriman dan taat kepada agama masing-masing, maka mereka akan malu berbuat jahat, enggan merugikan sesama, dan takut melanggar hukum.
Karena mereka sadar, hukum bukan sekadar aturan manusia, tapi juga perintah Tuhan.
Hadirin yang saya hormati,
Sering kita dengar pemerintah berbicara tentang pembangunan ekonomi, teknologi, dan infrastruktur. Semua itu baik, tapi mari kita jujur — pilar keamanan paling dasar bukanlah jalan tol, bukan gedung tinggi, bukan kekuatan senjata, melainkan ketulusan iman dan moral rakyatnya.
Oleh karena itu, negara wajib mendukung penuh pendidikan agama di semua jenjang.
Jika sekolah-sekolah hanya fokus pada kecerdasan intelektual tanpa memperkuat akhlak, maka kita sedang menyiapkan generasi pintar tapi tak bermoral.
Dan dari sanalah akar berbagai masalah Kamtibmas: korupsi, narkoba, tawuran, kekerasan, dan kriminalitas lainnya tumbuh.
Bayangkan bila setiap warga, sejak kecil, sudah diajari disiplin ibadah, jujur, amanah, dan hormat pada sesama — maka polisi pun akan bekerja lebih ringan, karena masyarakat menjadi pengawas bagi dirinya sendiri.
Bapak Ibu yang saya hormati,
Kita butuh remindset atau penyegaran pola pikir bagi para pengelola negara — bahwa tugas menjaga Kamtibmas tidak hanya tugas TNI-Polri, tapi juga tanggung jawab moral seluruh komponen bangsa.
Pemerintah harus sadar bahwa menjaga moral dan agama rakyat adalah bagian dari menjaga keamanan nasional.
Kita tidak bisa berharap pada stabilitas sosial jika spiritualitas bangsa diabaikan.
Karena itu, mari kita dukung semua bentuk pendidikan agama — di sekolah, di rumah, di masjid, di gereja, di pura, di vihara — agar tumbuh generasi yang takut berbuat dosa dan cinta kedamaian.
Kamtibmas bukan sekadar aman dari kejahatan, tapi tenteram karena hati-hati warganya dekat dengan Tuhan.
Hadirin sekalian,
Mari kita perkuat sinergi antara aparat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah.
Mari jadikan agama bukan sekadar pelajaran, tapi juga pembentuk karakter dan benteng moral bangsa.
Jika masyarakatnya religius, maka Kamtibmas akan kokoh.
Sebaliknya, jika agama ditinggalkan, maka hukum akan kehilangan ruhnya.
Semoga Allah memberkahi negeri ini, menjadikan pemimpin-pemimpinnya cinta agama dan rakyatnya, serta menjaga kita semua dalam kedamaian dan keamanan yang hakiki.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.