Andik Irawan, S.Pd.I – Anggota Da’i Kamtibmas Porles Gresik
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bapak ibu, para tokoh masyarakat, serta jamaah sekalian yang saya hormati.
Dalam kehidupan bermasyarakat—baik di kampung, desa, maupun lingkungan kecil—kita sering mendengar bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas aparat, tetapi tugas seluruh warga. Dan salah satu pilar Kamtibmas yang paling kokoh adalah persatuan dan kenyamanan hati setiap warga. Ketika hati-hati retak, maka keamanan pun ikut retak.
Saudara sekalian, Rasulullah SAW memberikan satu pesan kecil tetapi sangat dalam maknanya. Beliau bersabda bahwa Allah melarang dua orang berbisik-bisik sementara ada satu orang lainnya di sebelah mereka, karena hal itu bisa menyakiti dan menimbulkan prasangka buruk.
Ini larangan sederhana… hanya berbisik. Bukan memfitnah, bukan menggunjing, bukan menuduh, bukan menghasut. Hanya bisik-bisik. Tapi mengapa Allah melarang?
Karena dalam skala kecil saja, seseorang bisa merasa tidak dihargai, dikucilkan, merasa “ada apa ini?”, sehingga hatinya terluka. Bila hati terluka, maka hubungan renggang. Bila hubungan renggang, maka persatuan pun rapuh.
Jika yang kecil saja dilarang… bagaimana dengan yang lebih besar?
Bagaimana dengan sikap-sikap yang:
– menimbulkan asumsi buruk,
– membuat orang merasa tersingkir,
– merasa terblokade ruang geraknya,
– merasa dijauhi,
– atau merasa terasing dari lingkungannya?
Semua itu bukan hanya merusak ukhuwah, tetapi juga mengancam Kamtibmas. Karena keamanan bukan hanya soal tidak adanya kejahatan, tetapi tentang terciptanya suasana hati masyarakat yang nyaman, tenang, dan saling percaya.
Bapak ibu yang dirahmati Allah,
Kadang kita menganggap remeh cara bicara kita, cara kita melihat seseorang, cara kita memutuskan sesuatu tanpa mengajak yang lain. Kita lupa bahwa yang kita sakiti bukan fisik, tapi hati. Dan luka hati jauh lebih lama sembuhnya daripada luka tubuh.
Oleh karena itu, dalam kehidupan di kampung atau desa:
✔ Jaga tutur kata
✔ Hindari bisik-bisik di depan orang lain
✔ Jangan menyingkirkan seseorang dari musyawarah
✔ Jangan menciptakan kelompok eksklusif yang membuat orang lain merasa kecil
✔ Bicarakan masalah secara terbuka dan adil
✔ Berikan ruang bagi setiap warga untuk dihargai
Karena persatuan dibangun bukan dari proyek besar, bukan dari anggaran besar, tetapi dari hati yang dijaga, dari perasaan sesama yang dihormati, dari perlakuan kecil yang penuh kepedulian.
Jika lingkungan kita ingin aman, maka setiap hati harus aman terlebih dahulu.
Jika desa ingin tenteram, maka setiap warga harus merasa diterima, dihargai, dan ditemani.
Penutup, marilah kita rawat persatuan mulai dari hal kecil. Jangan sampai ada warga merasa terpinggirkan, terblokade, apalagi terasing di tanah kelahirannya sendiri. Karena ketenteraman desa berawal dari keterhubungan hati warganya.
Semoga Allah menjadikan desa kita desa yang damai, rukun, dan selalu dalam lindungan-Nya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.