Penawar Terbaik Saat Musibah Berat adalah Pasrah & Ridha demi Keselamatan Akhirat

Bagikan Keteman :

Andik Irawan, S.Pd.I – Anggota Da’i Kamtibmas Porles Gresik


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hadirin sekalian yang dirahmati Allah,
Setiap manusia pasti merasakan pahit getirnya musibah: kehilangan, sakit berat, kebangkrutan, masalah keluarga, tekanan hidup. Tetapi bagi orang beriman, ada satu penawar hati yang tidak tertandingi oleh apa pun di dunia ini, yaitu pasrah dan ridha terhadap ketetapan Allah.

Mengapa pasrah dan ridha menjadi obat terbaik?
Karena seorang hamba yang beriman tahu bahwa musibah bukan akhir dari segalanya. Yang lebih dahsyat dan harus dipikirkan adalah hari kebangkitan, hari di mana seluruh manusia dibangkitkan dan mempertanggungjawabkan seluruh amalnya.

Allah mengingatkan dalam Al-Qur’an:

“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati, dan pada hari kiamatlah disempurnakan balasanmu.”
(QS. Ali Imran: 185)

Musibah dunia, betapapun beratnya, masih bisa ditanggung. Tetapi musibah akhirat, azab dan penyesalan di hari pembalasan, adalah sesuatu yang tak mampu ditanggung oleh siapa pun.

Rasulullah SAW bersabda:

“Jika Allah mencintai suatu kaum, Allah akan menguji mereka.”
(HR. Tirmidzi)

Dan beliau juga bersabda:

“Musibah yang menimpa seorang Muslim akan menghapuskan dosa-dosanya, meskipun hanya duri yang menusuknya.”
(HR. Bukhari-Muslim)

Karena itu orang beriman berkata dalam hatinya:
“Ya Allah, jika musibah ini adalah jalan agar aku terbebas dari azab-Mu di akhirat, maka aku terima dengan ridha.”

Inilah puncak kekuatan hati seorang mukmin. Ia tidak menolak ujian, tidak berburuk sangka kepada Allah, tidak kalap dalam menghadapi masalah. Ia ingat bahwa penderitaan dunia sebentar, sementara keselamatan akhirat adalah segala-galanya.

Kaitannya dengan Kamtibmas

Hadirin sekalian, sikap pasrah dan ridha ini bukan hanya bermanfaat bagi pribadi, tetapi juga sangat besar pengaruhnya pada keamanan dan ketertiban masyarakat.

1. Orang yang ridha tidak mudah gelisah, panik, dan bertindak gegabah
Ketika orang menghadapi musibah tetapi imannya tipis, ia mudah:

  • menyalahkan orang lain,
  • marah tak terkendali,
  • melakukan tindakan kekerasan,
  • memicu pertengkaran atau keributan.

Ini sering menjadi sumber gangguan Kamtibmas.

Namun orang yang ridha dan pasrah:

  • tetap tenang,
  • mengendalikan emosi,
  • tidak memprovokasi,
  • tidak meluapkan kemarahan kepada lingkungan.

Ia menjaga diri, sehingga lingkungan pun terjaga.

2. Orang yang ridha tidak mudah terprovokasi oleh isu atau fitnah

Musibah sering kali membuat orang sensitif. Dengan iman yang kuat, seseorang mampu tetap rasional, tidak mudah tersulut, sehingga tidak tercipta konflik sosial.

3. Orang yang ridha mampu menenangkan masyarakat sekitarnya

Pribadi seperti ini menjadi contoh, menjadi penyejuk, bukan penyulut. Keberadaannya membantu terciptanya:

  • harmoni,
  • solidaritas,
  • gotong royong,
  • serta rasa aman dalam masyarakat.

4. Ridha menjauhkan manusia dari keputusasaan dan tindakan ekstrem

Banyak tindakan kriminal lahir dari putus asa menghadapi musibah.
Tetapi orang yang ridha tahu bahwa Allah tidak mungkin menimpakan sesuatu tanpa hikmah. Maka ia tidak akan mengambil jalan yang merusak diri dan masyarakat.

Penutup

Hadirin yang dirahmati Allah,
Ketahuilah bahwa penawar terbaik dari setiap musibah bukan harta, bukan hiburan, bukan pelarian, tetapi pasrah dan ridha kepada Allah.
Karena dengan ridha, hati menjadi tenang.
Dengan ridha, hidup menjadi lapang.
Dan dengan ridha, masyarakat menjadi aman.

Mari kita kuatkan iman, agar ketika musibah menimpa, kita tidak menjadi sumber kekacauan, tetapi menjadi sumber ketenangan.

Semoga Allah menjauhkan kita dari musibah akhirat dan menguatkan kita dalam menghadapi musibah dunia.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Related posts

Leave a Comment