Ujian Harta dan Kuatnya Karakter Dasar

Bagikan Keteman :

Andik Irawan, S.Pd.I – Anggota Da’i Kamtibmas Porles Gresik


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bapak ibu jamaah yang dirahmati Allah,
Salah satu ujian terbesar dalam hidup manusia adalah ujian harta. Ujian ini sering kali lebih berat daripada ujian kemiskinan, karena harta memiliki kekuatan untuk memperbesar dan memperjelas karakter dasar seseorang.

1. Harta sebagai Ujian Besar dalam Al-Qur’an

Allah berfirman:

“Ketahuilah, sesungguhnya harta dan anak-anak kalian hanyalah fitnah (ujian). Dan di sisi Allah pahala yang besar.”
(QS. At-Taghâbun: 15)

Ayat ini menjelaskan bahwa harta bukan sekadar rezeki, tetapi ujian yang menguji isi hati.

2. Kekayaan Memperkuat Karakter Dasar

Jamaah sekalian,
Ketika seseorang memiliki harta sedikit, karakter dasarnya tidak kentara. Ia bisa saja terlihat dermawan, tetapi itu karena ia tidak punya banyak untuk diatur. Ia bisa terlihat sabar, tetapi itu karena godaannya kecil. Namun ketika Allah memberinya kekayaan yang besar, identitas batinnya muncul ke permukaan.

Jika karakter dasarnya dermawan, maka makin kaya ia, makin luas pula kebaikannya. Ia memberi tanpa ragu, membantu tanpa pamrih, bahkan merasa bahagia ketika harta keluar demi keberkahan.

Tetapi jika dasar hatinya takut miskin, bakhil, dan kikir, maka kekayaan justru membuatnya semakin ketat, semakin perhitungan, bahkan bisa menjadi zalim dan jahat demi mempertahankan hartanya.

3. Dalil Hadis: Harta Mengungkap Siapa Kita

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya setiap umat memiliki ujian, dan ujian umatku adalah harta.”
(HR. Tirmidzi)

Dan sabda beliau yang lain:

“Tidaklah hati seorang hamba berada di dunia ini kecuali akan diuji dengan harta: apakah ia menahan atau memberi.”
(Makna dari HR. Muslim)

Artinya, harta akan memperjelas siapa diri kita: apakah kita termasuk orang yang memberi atau orang yang menahan.

4. Contoh dari Al-Qur’an: Qârûn

Allah menceritakan kisah Qarun, orang kaya yang sangat kaya, namun harta itu memperbesar kesombongan dan keburukannya. Allah mengabadikan perkataannya:

“Sesungguhnya aku diberi harta itu semata-mata karena ilmuku.”
(QS. Al-Qashash: 78)

Inilah bentuk karakter buruk yang diperbesar oleh harta: merasa hebat, merasa mampu sendiri, dan lupa bahwa semua hanya titipan Allah.

5. Contoh Orang Baik Yang Diperkuat oleh Harta

Sebaliknya, lihatlah para sahabat kaya seperti Abdurrahman bin Auf dan Utsman bin Affan. Kekayaan tidak merusak mereka, justru memperkuat kedermawanan mereka. Mereka berinfak hingga ribuan dinar, membiayai jihad, membebaskan budak, dan Rasulullah mendoakan mereka.

Mengapa? Karena hati mereka sudah baik sejak awal. Kekayaan hanya memperbesar kebaikan mereka.

6. Harta Tidak Mengubah Diri Kita — Ia Menampakkan Diri Kita

Jamaah sekalian,
Harta itu ibarat cermin pembesar. Ia tidak mengubah siapa kita, tetapi menampakkan siapa kita sebenarnya.

Jika seseorang dasar hatinya baik, kaya akan membuat ia:

  • lebih bersyukur
  • lebih banyak memberi
  • lebih rendah hati
  • lebih bermanfaat

Tetapi jika seseorang dasar hatinya buruk, kaya akan membuat ia:

  • lebih bakhil
  • lebih takut miskin
  • lebih sombong
  • bahkan bisa menzalimi orang lain

Karena itu Rasulullah SAW mengajarkan doa:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnahnya kekayaan.”
(HR. Bukhari)

Beliau sendiri memohon perlindungan dari ujian harta — betapa beratnya ujian itu bagi manusia.

7. Penutup

Jamaah sekalian,
Janganlah kita memohon kaya tanpa memohon kelapangan hati. Jangan memohon rezeki tanpa memohon karakter dermawan. Karena kekayaan hanya akan memperkuat apa yang telah lama tersembunyi dalam hati kita.

Maka sebelum Allah menambah harta kita, marilah kita:

  • membenahi hati,
  • melatih kedermawanan,
  • memperkuat iman,
  • dan mengikis sifat bakhil.

Agar ketika harta datang, ia memperbesar kebaikan, bukan memperbesar keburukan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Related posts

Leave a Comment