Bijak Menggunakan Media Sosial dalam Perspektif Islam

Bagikan Keteman :


Bijak Menggunakan Media Sosial dalam Perspektif Islam

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kita nikmat ilmu, teknologi, dan kesempatan untuk menyebarkan kebaikan di berbagai ruang kehidupan.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ — manusia yang paling jujur dalam ucapan dan perbuatan, teladan dalam tutur kata dan akhlak.


📱 Media Sosial: Nikmat Besar yang Harus Dijaga

Hadirin yang dirahmati Allah,
Media sosial hari ini adalah bagian dari kehidupan kita.
Melalui HP di tangan, kita bisa berinteraksi, berdakwah, belajar, dan berbagi.
Namun di sisi lain, media sosial juga bisa menjadi sumber dosa, fitnah, dan perpecahan, bila digunakan tanpa ilmu dan adab.

Islam mengajarkan kita untuk menjaga lisan dan tulisan, karena keduanya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.

Allah ﷻ berfirman dalam QS. Qaf ayat 18:

“Tiada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu mencatat.”

Dulu yang dicatat adalah ucapan dari lisan,
sekarang — di era digital — yang dicatat juga adalah tulisan di media sosial.


⚖️ Umat Islam Harus Cerdas dan Bijak Bermedia

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Dalam konteks hari ini, sabda Nabi itu berarti:

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menulis yang baik di media sosial — atau tidak menulis sama sekali.

Itulah tanda keimanan digital, yaitu kemampuan menahan diri dari menyebar keburukan di dunia maya.


💡 Etika Islam dalam Bermedia Sosial

Agar media sosial menjadi ladang pahala, bukan sumber dosa, mari kita perhatikan lima pedoman utama:

  1. Tabayyun sebelum share.
    Pastikan berita benar sebelum dibagikan. Jangan ikut menyebarkan hoaks yang bisa merusak nama orang lain atau menimbulkan keresahan.
    Allah berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 6 tentang kewajiban meneliti setiap berita yang datang.
  2. Tulis yang bermanfaat.
    Rasulullah ﷺ bersabda: “Siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya.”
    (HR. Muslim)
    Maka gunakan medsos untuk dakwah, motivasi, inspirasi, dan menebar ilmu.
  3. Jaga adab dan kesopanan.
    Jangan menghina, mengejek, atau memaki di komentar.
    Orang beriman tidak dikenal dari banyaknya postingan, tapi dari akhlaknya di setiap postingan.
  4. Jangan jadikan media sosial tempat pamer.
    Riya dan sombong bisa menghapus pahala kebaikan.
    Nabi ﷺ mengingatkan bahwa amal yang disertai riya tidak akan diterima oleh Allah.
  5. Gunakan untuk membangun persaudaraan, bukan permusuhan.
    Jangan mudah terpancing oleh provokasi atau perdebatan yang tidak berguna.
    Seorang mukmin itu penyatu, bukan pemecah.

🛡️ Peran Da’i Kamtibmas dalam Dunia Digital

Ustadz dan jamaah sekalian,
Da’i Kamtibmas hari ini tidak hanya berdakwah di mimbar masjid, tapi juga di dunia maya.
Kita harus menjadi penyejuk di tengah panasnya komentar,
menjadi penyebar cahaya di tengah gelapnya fitnah digital.

Gunakan akun media sosial untuk:

  • Menyebar ayat, hadits, dan nasihat yang menenangkan,
  • Membagikan kegiatan positif masyarakat,
  • Menanamkan kesadaran menjaga keamanan dan ketertiban,
  • Menjadi contoh netizen berakhlak mulia.

Jika setiap da’i, guru, dan pemuda Muslim aktif dengan cara yang bijak, maka dunia maya akan menjadi ladang dakwah yang penuh berkah.


🌺 Penutup: Jadilah Pengguna Medsos yang Bernilai Ibadah

Hadirin yang dimuliakan Allah,
Media sosial adalah alat. Ia bisa menjadi jembatan menuju surga, atau jalan menuju dosa — tergantung bagaimana kita menggunakannya.
Mari kita bijak dalam setiap klik, bijak dalam setiap kata, dan bertanggung jawab dalam setiap posting.

Ingatlah selalu pesan Rasulullah ﷺ:

“Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Sekarang bisa kita maknai juga:

“Seorang Muslim sejati adalah yang membuat orang lain selamat dari gangguan tulisan dan postingannya.

Semoga Allah menjadikan jari-jemari kita alat dakwah, bukan alat dosa;
menjadikan medsos sebagai taman pahala, bukan ladang fitnah;
dan menjadikan kita hamba-hamba yang bijak, santun, dan berakhlak di dunia digital.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


By: Andik Irawan

Related posts

Leave a Comment