Menjaga Ukhuwah Islamiyah di Era Media Sosial
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah yang telah menyatukan hati orang-orang beriman dalam ikatan ukhuwah.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ — sosok yang mempersaudarakan umatnya dengan cinta, kasih, dan keteladanan.
🌿 Ukhuwah: Tali yang Menguatkan Umat
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Ukhuwah Islamiyah adalah ikatan hati yang lahir dari iman dan kasih sayang.
Ia lebih kuat dari ikatan darah dan lebih indah dari hubungan duniawi, karena bersumber dari keimanan kepada Allah.
Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 10:
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”
Artinya, menjaga ukhuwah bukan sekadar anjuran sosial, tapi perintah agama dan bukti ketakwaan.
💔 Ukhuwah yang Terkoyak di Dunia Maya
Ustadz dan jamaah yang dirahmati Allah,
Kini dunia kita tidak hanya di dunia nyata, tapi juga di dunia maya — dunia media sosial.
Sayangnya, di ruang digital ini, ukhuwah Islamiyah sering kali terluka karena:
- Saling menuduh tanpa tabayyun (klarifikasi).
- Menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya.
- Saling hina, saling cela, bahkan memutus silaturahmi hanya karena perbedaan pendapat kecil.
Padahal, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Cukuplah seseorang dikatakan berdosa bila ia menyebarkan semua yang ia dengar.”
(HR. Muslim)
Media sosial seharusnya menjadi ladang dakwah dan silaturahmi,
bukan tempat untuk menebar kebencian dan memperuncing perbedaan.
⚖️ Etika Bermedia Sosial dalam Islam
Sebagai umat Islam, kita harus membawa akhlak Rasulullah ﷺ bahkan ketika berada di dunia maya.
Ada beberapa adab penting yang harus dijaga untuk melestarikan ukhuwah:
- Tabayyun sebelum membagikan berita.
Allah berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 6: “Jika datang kepadamu orang fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti.” - Gunakan media untuk menebar kebaikan.
Jadikan postingan kita sebagai amal jariyah, bukan sumber dosa jariyah. - Jaga lisan dan jari.
Di zaman sekarang, jari-jari kita bisa lebih tajam dari lidah.
Maka pikirkan dulu sebelum menulis atau membagikan sesuatu. - Hormati perbedaan pandangan.
Tidak semua perbedaan harus diperdebatkan. Kadang diam lebih mulia daripada menang argumen tapi memutus ukhuwah.
🌙 Ukhuwah adalah Cermin Kematangan Iman
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Jadi, ukuran keimanan seseorang dapat dilihat dari caranya menjaga persaudaraan.
Jika seseorang mudah marah, mudah memutus hubungan, dan sulit memaafkan, berarti imannya masih lemah.
Namun jika ia lembut, lapang dada, dan memaafkan saudaranya — dialah mukmin sejati.
🕊️ Peran Da’i dan Tokoh Masyarakat
Dalam konteks Da’i Kamtibmas, menjaga ukhuwah juga berarti menjaga keamanan sosial.
Ketika masyarakat rukun, amanlah lingkungan.
Tapi jika permusuhan dibiarkan, keamanan pasti goyah.
Oleh sebab itu:
- Para da’i harus mengajak umat untuk sabar dan tabayyun dalam menghadapi perbedaan.
- Tokoh masyarakat dan aparat harus menjadi penengah, bukan pembela kelompok tertentu.
- Warga masyarakat harus belajar memaafkan dan menahan diri, karena damai itu lebih mahal daripada gengsi.
🌺 Menjaga Ukhuwah Adalah Menjaga Citra Islam
Hadirin yang berbahagia,
Ketika umat Islam bersatu dan saling mencintai, dunia akan melihat keindahan Islam.
Namun ketika umat Islam saling menghina dan bermusuhan, orang lain justru akan menjauhi Islam.
Mari kita jadikan dunia maya dan dunia nyata sebagai ladang ukhuwah.
Gunakan kata yang menenangkan, bukan membakar.
Sebarkan doa, bukan prasangka.
Kirimkan salam, bukan sindiran.
Karena sesungguhnya, ukhuwah Islamiyah adalah ruh kekuatan umat.
Jika ukhuwah terjaga, maka umat Islam akan kembali berjaya.
🌄 Penutup: Jadikan Ukhuwah Sebagai Amal Terindah
Hadirin yang dirahmati Allah,
Mari kita rawat persaudaraan ini dengan cinta dan keikhlasan.
Jangan biarkan perbedaan membuat kita bercerai-berai.
Karena setiap kata, setiap postingan, dan setiap perbuatan kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah.
🌿 “Dan janganlah engkau berpecah belah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersatu.”
(QS. As-Shaff: 4)
Semoga Allah menanamkan kasih sayang di hati kita,
menjauhkan kita dari perpecahan,
dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang menjaga ukhuwah hingga akhir hayat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
By: Andik Irawan