Membangun Kedamaian dari Keluarga

Bagikan Keteman :


Membangun Kedamaian dari Keluarga

Andik Irawan, Anggota Da’i Kamtibmas Polres Gresik


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah yang telah menjadikan keluarga sebagai tempat bernaung, tempat berkasih sayang, dan sumber ketenangan bagi manusia.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah ﷺ, suri teladan dalam membangun rumah tangga yang penuh rahmat dan kedamaian.


🌸 Keluarga: Pondasi Kedamaian Masyarakat

Hadirin yang dirahmati Allah,
Ketika kita berbicara tentang kedamaian masyarakat, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang kedamaian dalam keluarga.
Karena masyarakat yang tenang dan damai tidak lahir dari langit, melainkan dari rumah-rumah yang di dalamnya tumbuh kasih sayang, saling menghargai, dan saling menasihati dalam kebaikan.

Allah ﷻ berfirman dalam QS. Ar-Rum ayat 21:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.”

Ayat ini menegaskan bahwa kedamaian hidup dimulai dari ketenangan hati dalam rumah tangga.


🏠 Rumah Tangga: Sekolah Cinta dan Kasih

Keluarga adalah madrasah pertama bagi anak-anak.
Di situlah mereka belajar arti cinta, adab, kejujuran, dan tanggung jawab.

Jika seorang anak tumbuh dalam keluarga yang penuh kasih sayang, maka ia akan menjadi pribadi yang lembut dan damai di masyarakat.
Namun jika anak tumbuh dalam suasana keras, penuh pertengkaran, dan tanpa contoh akhlak, maka ia bisa menjadi pribadi yang mudah marah, keras, dan kehilangan empati.

Maka benar sabda Nabi ﷺ:

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Suami adalah pemimpin bagi keluarga,
istri adalah pendamping dan pengatur rumah tangga,
dan anak-anak adalah amanah yang kelak akan menjadi cermin dari bagaimana rumah itu dijalankan.


💞 Tiga Kunci Kedamaian dalam Keluarga

  1. Komunikasi yang baik dan lembut.
    Banyak keluarga hancur bukan karena kurang harta, tapi karena kurang bicara dari hati ke hati.
    Rasulullah ﷺ tidak pernah berbicara kasar kepada keluarganya, meski beliau pemimpin besar umat.
  2. Saling menghargai dan menunaikan kewajiban.
    Suami dan istri bukan pesaing, tapi pasangan.
    Masing-masing punya tanggung jawab yang berbeda, tapi saling melengkapi untuk mencapai ridha Allah.
  3. Menjadikan ibadah sebagai perekat keluarga.
    Rumah yang diisi shalat berjamaah, doa bersama, membaca Al-Qur’an, dan zikir — akan dijaga malaikat dari pertengkaran dan hawa nafsu.
    Inilah rumah yang membawa sakinah, mawaddah, warahmah.

🌿 Dari Keluarga Damai Menuju Masyarakat Harmonis

Hadirin sekalian,
Ketika rumah tangga damai, maka:

  • Anak-anak tumbuh dengan moral yang baik,
  • Tetangga hidup saling membantu,
  • Lingkungan menjadi aman dan tenteram.

Inilah makna Kamtibmas sejati — keamanan dan ketertiban masyarakat yang dimulai dari ruang keluarga.

Maka, jika ingin negeri damai,
maka damaikanlah rumahmu terlebih dahulu.
Karena rumah tangga adalah cermin kecil dari negara.
Jika rumah penuh cinta, maka negara penuh rahmat.


🛡️ Peran Da’i Kamtibmas: Menguatkan Nilai Keluarga

Sebagai Da’i Kamtibmas, tugas kita bukan hanya mengingatkan soal hukum dan keamanan, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai Islam di dalam keluarga.
Kita harus mendorong:

  • Suami agar menjadi imam yang bijak, bukan penguasa yang kasar,
  • Istri agar menjadi pendamping yang sabar dan cerdas,
  • Anak-anak agar menjadi generasi santun dan berbakti.

Karena rumah tangga yang kokoh akan melahirkan warga yang taat aturan, cinta damai, dan anti kekerasan.


🌺 Penutup: Kedamaian Itu Dimulai dari Hati, Diteruskan di Rumah

Hadirin yang berbahagia,
Jangan tunggu orang lain menciptakan kedamaian — mulai dari diri sendiri, dari keluarga kita.
Biasakan mengucap salam, maaf, dan terima kasih di rumah.
Peluk anak-anak, doakan pasangan, dan niatkan semua dengan ikhlas karena Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidaklah kasih sayang itu dicabut dari hati seseorang kecuali orang yang celaka.”
(HR. Muslim)

Maka mari kita hidupkan kasih sayang itu setiap hari,
agar rumah kita penuh cahaya, masyarakat kita penuh damai, dan negeri kita penuh berkah.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Related posts

Leave a Comment