Mendidik Anak dengan Cinta dan Keteladanan
Andik Irawan, Anggota Da’i Kamtibmas Polres Gresik
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah yang telah menjadikan anak sebagai amanah, penyejuk mata, sekaligus ujian bagi setiap orang tua.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ — suri teladan agung yang mengajarkan kita bagaimana mendidik generasi dengan akhlak mulia dan kelembutan hati.
🌸 Anak Adalah Amanah dan Investasi Akhirat
Hadirin yang dirahmati Allah,
Anak bukan sekadar penerus garis keturunan.
Mereka adalah amanah dari Allah yang harus dijaga, dididik, dan diarahkan menuju jalan kebaikan.
Allah ﷻ berfirman dalam QS. At-Tahrim ayat 6:
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”
Ayat ini mengandung pesan besar — bahwa tanggung jawab orang tua bukan hanya memberi makan dan tempat tinggal, tetapi menjaga akidah, akhlak, dan perilaku anak-anak agar selamat dunia akhirat.
🕊️ Cinta Adalah Dasar Pendidikan
Anak-anak tidak tumbuh dari perintah, tetapi dari cinta dan keteladanan.
Hati mereka lembut, dan hanya bisa disentuh oleh kasih sayang yang tulus.
Rasulullah ﷺ pernah mencium cucunya, Hasan bin Ali, lalu ada seorang sahabat yang berkata,
“Aku punya sepuluh anak, tapi belum pernah kucium satu pun dari mereka.”
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Betapa lembutnya Rasulullah ﷺ mendidik.
Beliau tidak hanya mengajarkan kata-kata, tapi menjadi teladan dalam kasih sayang, kesabaran, dan perhatian.
Inilah kunci utama dalam mendidik anak: hati yang penuh kasih, bukan tangan yang penuh amarah.
🌱 Pendidikan dengan Keteladanan
Hadirin sekalian,
Anak-anak adalah peniru ulung. Mereka belajar bukan dari apa yang kita ucapkan, tapi dari apa yang kita lakukan.
Jika ayah rajin shalat berjamaah, anak akan meniru.
Jika ibu menjaga tutur kata, anak akan meneladani.
Namun jika orang tua bertengkar, berkata kasar, dan saling menyalahkan, maka anak pun akan tumbuh keras dan mudah marah.
Oleh karena itu, mendidik anak berarti mendidik diri sendiri lebih dulu.
Rasulullah ﷺ tidak pernah memerintah tanpa memberi contoh.
Beliau bersabda:
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
(HR. Ahmad)
📖 Tiga Pilar Utama dalam Mendidik Anak
- Keteladanan (Uswah Hasanah)
Anak akan meniru apa yang dilihat. Jadilah contoh dalam ibadah, sopan santun, dan disiplin.
Ketika orang tua menjaga diri dari kebohongan, anak belajar kejujuran. - Kasih Sayang dan Doa
Cinta tanpa doa adalah kering, doa tanpa cinta adalah hambar.
Setiap malam, panjatkanlah doa seperti Nabi Ibrahim عليه السلام: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat.”
(QS. Ibrahim: 40) - Kedisiplinan dan Ketegasan yang Bijak
Islam tidak mengajarkan keras, tapi tegas.
Anak perlu diajarkan tanggung jawab sejak dini: bangun pagi, membantu orang tua, menghormati guru, dan menjauhi pergaulan buruk.
Tegas bukan berarti kasar, tapi tegas berarti menuntun dengan arah yang jelas.
🔑 Peran Keluarga dalam Mencegah Kenakalan dan Kejahatan
Ustadz dan jamaah yang dimuliakan Allah,
Banyak masalah sosial dan kriminalitas di masyarakat berawal dari kelalaian pendidikan di rumah.
Kurangnya perhatian, kasih sayang, dan komunikasi membuat anak mencari pelampiasan di luar — bahkan bisa terseret ke pergaulan bebas, narkoba, atau tawuran.
Di sinilah peran penting keluarga: menjadi benteng moral dan kasih sayang.
Jika setiap orang tua menjalankan fungsi pendidikan dengan baik, maka Kamtibmas akan kuat, karena generasi muda tumbuh dengan jiwa berakhlak dan beriman.
🌼 Penutup: Anak yang Saleh, Warisan Terindah
Hadirin yang berbahagia,
Kekayaan bisa hilang, jabatan bisa lenyap, tapi anak yang saleh adalah harta yang tidak akan pernah habis.
Doanya akan terus mengalir bahkan setelah kita tiada.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim)
Maka mari kita didik anak-anak kita dengan cinta, kesabaran, dan keteladanan.
Jadilah orang tua yang hadir, bukan sekadar tinggal serumah.
Bangun komunikasi, tanamkan nilai, dan bimbing mereka agar menjadi generasi pembawa damai — bukan pembuat gaduh.
Semoga Allah menjadikan keluarga kita sakinah, anak-anak kita saleh dan berbakti, serta negeri kita aman dan diberkahi oleh Allah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.