Andik Irawan, Anggota Da’i Kamtibmas Polres Gresik
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat keluarga, ilmu, dan kemajuan teknologi sebagai sarana untuk berbuat kebaikan.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ — sosok pendidik agung yang menjadi teladan dalam menanamkan nilai iman, akhlak, dan kasih sayang kepada generasi muda.
🌸 Anak Adalah Amanah, Bukan Sekadar Tanggung Jawab
Hadirin yang dirahmati Allah,
Anak-anak kita adalah karunia Allah sekaligus ujian. Mereka bukan milik kita, tetapi titipan Allah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-Anfal ayat 28:
“Dan ketahuilah bahwa harta dan anak-anakmu hanyalah cobaan, dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.”
Ayat ini mengingatkan kita: mengasuh anak bukan hanya soal membesarkan tubuhnya, tetapi membimbing hatinya dan membentuk karakternya.
Apalagi di zaman sekarang — zaman digital — di mana dunia ada di genggaman tangan mereka, tapi orang tua sering kali justru lengah dan kalah cepat.
📱 Era Digital: Tantangan Baru bagi Orang Tua
Kita hidup di zaman di mana anak-anak lebih akrab dengan layar daripada dengan orang tuanya.
Mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan gadget, namun hanya beberapa menit berbicara dengan ayah atau ibu.
Dunia maya hari ini bisa menjadi ladang ilmu jika digunakan dengan bijak, tapi bisa juga menjadi kubangan dosa dan kebodohan bila tanpa pengawasan.
Di sinilah pentingnya peran orang tua sebagai pengarah, pengawas, dan penuntun.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini bisa kita maknai juga:
“Setiap anak lahir dalam keadaan suci dan polos, maka orang tuanyalah yang akan menjadikannya bijak di dunia digital — atau justru terjerumus di dalamnya.”
🕊️ Tiga Peran Penting Orang Tua di Era Digital
- Sebagai Pengarah (Murabbi)
Orang tua harus menjadi kompas moral bagi anak.
Jangan biarkan anak mencari panutan di dunia maya yang tidak jelas akidah dan akhlaknya.
Arahkan mereka kepada konten yang mendidik, bimbing dalam memilih teman online, dan ajarkan etika berinternet. Gunakan waktu bersama anak untuk berdialog: tanya apa yang mereka lihat, tonton, dan sukai. Jadikan komunikasi sebagai jembatan, bukan penghakiman.
- Sebagai Teladan (Uswah Hasanah)
Anak belajar bukan dari nasihat semata, tetapi dari apa yang mereka lihat di rumah.
Jika orang tua sibuk dengan ponsel, maka anak akan meniru.
Jika orang tua mampu menahan diri dari konten negatif, anak pun belajar pengendalian diri. Maka sebelum menasihati anak agar bijak dengan gadget, orang tua harus lebih dulu menjadi contoh.
Letakkan HP ketika berbicara dengan anak, tunjukkan perhatian, karena kedekatan hati tidak bisa digantikan oleh sinyal internet.
- Sebagai Pelindung (Penjaga Moral dan Emosi)
Di dunia digital, anak-anak bisa terpapar kekerasan, pornografi, atau pengaruh buruk hanya dalam hitungan detik.
Maka orang tua harus hadir secara emosional dan spiritual.
Bukan hanya melarang, tapi mendampingi dan menjelaskan dengan kasih.
Tumbuhkan kesadaran, bukan ketakutan.
Tanamkan nilai iman agar anak tahu bahwa Allah selalu melihatnya, bahkan saat tidak ada orang tua di sekitarnya.
💡 Mendidik Anak dengan Hikmah, Bukan Amarah
Rasulullah ﷺ adalah contoh terbaik dalam mendidik generasi muda.
Beliau sabar, lembut, namun tegas.
Beliau tidak memarahi, tetapi menasihati dengan hikmah.
“Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.”
(QS. An-Nahl: 125)
Begitu juga dalam mendidik anak di era ini.
Gunakan pendekatan yang lembut, tapi tegas dalam prinsip.
Jangan cepat marah, tapi jangan pula acuh.
Kendalikan emosi, karena anak belajar mengendalikan diri dari cara orang tuanya marah.
🔑 Peran Orang Tua untuk Kamtibmas
Sebagai Da’i Kamtibmas, kita tahu bahwa kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat sangat ditentukan oleh bagaimana keluarga mendidik anak.
- Anak yang dibesarkan dalam kasih sayang akan tumbuh menjadi warga yang cinta damai.
- Anak yang terbiasa diawasi dan diberi tanggung jawab akan tumbuh disiplin dan taat aturan.
- Tapi anak yang dibiarkan tanpa bimbingan bisa terseret ke jalan yang salah — menjadi pelaku atau korban dari tindak kejahatan.
Maka keluarga adalah benteng pertama Kamtibmas.
Jika benteng itu kuat, masyarakat akan aman dan tenteram.
🌺 Penutup: Jadilah Orang Tua yang Hadir dan Peduli
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Anak tidak butuh orang tua yang sempurna,
tapi mereka butuh orang tua yang hadir, mendengar, dan memberi teladan.
Jangan biarkan teknologi mengambil peran kita.
Gunakan kemajuan zaman untuk mendekatkan diri, bukan menjauhkan hati.
Mari jadikan rumah kita tempat yang hangat, tempat anak-anak belajar cinta, iman, dan tanggung jawab.
Karena di pundak orang tua-lah masa depan bangsa ini diletakkan.
🌿 “Dan katakanlah: Ya Tuhanku, kasihilah mereka berdua (orang tuaku) sebagaimana mereka berdua telah mendidikku waktu kecil.”
(QS. Al-Isra’: 24)
Semoga Allah memberi kita kekuatan menjadi orang tua yang bijak,
menjadi pendidik sejati di tengah dunia digital yang penuh ujian,
dan menjadikan keluarga kita benteng kedamaian bagi masyarakat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.