Pemuda dan Tantangan Moral di Era Digital
Andik Irawan, Anggota Da’i Kamtibmas Polres Gresik
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepada kita nikmat iman, nikmat akal, dan nikmat usia — terutama masa muda yang penuh semangat dan potensi besar untuk berbuat kebaikan.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, teladan bagi generasi sepanjang masa, yang sejak muda telah menunjukkan akhlak mulia, kejujuran, dan keberanian moral.
🌱 Masa Muda Adalah Masa Penentu Arah Hidup
Hadirin yang dirahmati Allah,
Pemuda adalah harapan bangsa dan penerus perjuangan umat.
Dalam sejarah Islam, banyak kisah pemuda yang menjadi pilar kebangkitan:
- Ali bin Abi Thalib yang berani menggantikan tempat tidur Rasulullah ﷺ di malam hijrah.
- Usamah bin Zaid yang di usia belasan tahun diangkat menjadi panglima perang.
- Ashabul Kahfi, sekelompok pemuda yang mempertahankan iman mereka di tengah tekanan dunia kafir.
Mereka menjadi simbol bahwa kemuliaan pemuda bukan karena usianya, tapi karena imannya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari tiada naungan kecuali naungan-Nya, salah satunya adalah pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
📱 Era Digital: Antara Peluang dan Ancaman
Kita hidup di zaman di mana dunia seolah berada di genggaman tangan.
Satu sentuhan layar bisa membuka ilmu, tapi juga bisa membuka jalan dosa.
Media sosial memberi ruang berekspresi, tapi juga bisa jadi jebakan narsisme, fitnah, dan adu domba.
Pemuda hari ini menghadapi tantangan moral yang jauh lebih kompleks daripada generasi sebelumnya.
Mereka tidak hanya berjuang melawan hawa nafsu, tetapi juga melawan arus nilai-nilai yang membingungkan dan sering bertentangan dengan ajaran Islam.
Bayangkan — dalam satu detik, jutaan konten muncul di dunia maya.
Sebagian menginspirasi, tapi sebagian lainnya menyesatkan.
Di sinilah pentingnya kekuatan moral dan iman pemuda.
⚔️ Tiga Tantangan Moral Pemuda di Era Digital
- Krisis Identitas dan Keimanan
Banyak pemuda kehilangan arah — tidak tahu siapa dirinya, apa tujuannya hidup, dan siapa Tuhannya.
Mereka lebih bangga menjadi terkenal di dunia maya daripada dikenal Allah di akhirat.
Padahal, kebahagiaan sejati bukan di jumlah “like” dan “followers”, tapi di ridha Allah dan keberkahan amal.
- Kelemahan Akhlak dan Adab
Dunia digital sering membuat orang lupa sopan santun.
Komentar kasar, hoaks, dan caci maki menjadi hal biasa.
Pemuda yang seharusnya menjadi teladan justru banyak yang terjebak dalam gaya hidup hedon, pacaran bebas, dan konten tak bermoral. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah hawa nafsu yang diikuti dan angan-angan yang panjang.”
(HR. Ahmad) Maka benteng utama pemuda adalah adab dan kontrol diri.
- Kelemahan Kepedulian Sosial
Banyak pemuda lebih sibuk dengan dunia virtual daripada kehidupan nyata di sekitar mereka.
Padahal, Islam mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Sebagai Da’i Kamtibmas, kita perlu mengingatkan bahwa pemuda yang baik bukan hanya rajin ibadah, tapi juga peduli terhadap keamanan, kebersihan, dan ketertiban lingkungan.
Pemuda yang tangguh bukan yang berani tawuran, tapi yang berani menolak ajakan berbuat dosa.
🌟 Solusi: Jadilah Pemuda yang Tangguh Iman dan Akhlaknya
- Bangun kedekatan dengan Allah.
Jaga shalat, perbanyak dzikir, dan isi waktu dengan kegiatan positif.
Jangan biarkan media sosial menguasai waktumu, tapi gunakan untuk menyebar kebaikan. - Pilih pergaulan dan komunitas yang baik.
Bertemanlah dengan mereka yang bisa mengingatkanmu pada Allah.
Sebab pergaulan menentukan arah hidup. - Manfaatkan teknologi untuk dakwah dan kebaikan.
Gunakan media sosial untuk menyebar ilmu, inspirasi, dan semangat hidup positif.
Jadilah “influencer” kebaikan, bukan pengikut arus keburukan. - Tingkatkan kepedulian sosial dan semangat kebangsaan.
Pemuda beriman harus ikut menjaga kamtibmas, lingkungan, dan persatuan umat.
Jangan hanya diam saat melihat kemungkaran dan perpecahan.
🕌 Pemuda Penjaga Kedamaian dan Kamtibmas
Kamtibmas yang aman tidak lahir dari polisi semata, tapi dari pemuda yang sadar tanggung jawab moral.
- Pemuda yang berakhlak akan menolak narkoba dan tawuran.
- Pemuda yang berilmu akan menolak hoaks dan provokasi.
- Pemuda yang beriman akan menjadi benteng moral masyarakat.
Inilah yang disebut dalam pepatah Arab:
“Syubbanul yaum rijalul ghod” — Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.
🌺 Penutup: Jadilah Pemuda Cahaya Umat
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Jangan biarkan masa mudamu sia-sia dalam kesenangan semu.
Gunakan tenaga, waktu, dan pikiranmu untuk menegakkan kebaikan.
Tunjukkan bahwa pemuda Islam adalah pemuda berilmu, beriman, dan berakhlak.
🌿 “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra’d: 11)
Mari kita ubah diri kita menjadi pemuda yang tangguh, bijak, dan bermanfaat.
Pemuda yang menjadi penjaga moral, penebar kedamaian, dan pelanjut perjuangan Rasulullah ﷺ di zaman digital ini.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.