Akal Adalah Alat untuk Menemukan Bahwa Ada Sang Pengatur di Alam Raya Ini

Bagikan Keteman :


Andik Irawan, Anggota Da’i Kamtibmas Polres Gresik


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah ﷻ, Dzat yang menciptakan langit dan bumi, mengatur setiap bintang beredar di garisnya, mengatur setiap daun yang gugur dengan ilmu-Nya.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, yang membimbing akal manusia untuk berpikir, dan hati manusia untuk beriman.


🌿 Akal: Anugerah Besar dari Allah

Jamaah yang dirahmati Allah,
Salah satu nikmat terbesar yang Allah berikan kepada manusia adalah akal.
Dengan akal, manusia mampu membedakan antara benar dan salah, antara baik dan buruk, antara petunjuk dan kesesatan.

Akal bukan hanya alat berpikir, tapi juga alat untuk mengenal kebesaran Allah.
Sebab dengan akal, manusia bisa melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya di setiap sudut alam semesta.

Allah berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 190-191:

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, dan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):
‘Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.’”

Subhanallah… ayat ini mengajarkan bahwa akal yang sehat pasti akan menemukan Allah.
Karena setiap keteraturan di alam raya menunjukkan adanya Zat yang mengatur dengan sempurna.


🌅 Keteraturan Alam: Bukti Nyata Adanya Sang Pengatur

Coba kita renungkan, jamaah sekalian:

  • Matahari terbit dan terbenam pada waktunya, tanpa pernah salah jadwal.
  • Bumi berputar pada porosnya dengan kecepatan tetap, tidak bertabrakan dengan planet lain.
  • Air laut tidak pernah melampaui batas darat.
  • Tumbuh-tumbuhan tumbuh dari tanah yang sama, tapi menghasilkan rasa dan warna yang berbeda.

Apakah semua ini terjadi tanpa pengatur?
Tentu tidak.

Semua keteraturan ini adalah tanda-tanda adanya Sang Pencipta yang Maha Bijaksana.
Dialah Allah ﷻ, Dzat yang mengatur segala sesuatu dengan sempurna tanpa cela.

Allah berfirman dalam QS. Al-Mulk ayat 3-4:

“Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu tidak akan melihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?”

Siapa pun yang menggunakan akalnya dengan jujur pasti akan berkata,

“Tidak mungkin alam ini berdiri sendiri tanpa ada Pengatur.”


🧠 Akal Sehat Selalu Menuntun pada Iman

Islam tidak pernah melarang umatnya berpikir.
Justru Islam memuliakan akal dan menjadikannya sebagai alat untuk menemukan kebenaran.

Namun, ada syaratnya:
Akal harus bersih dari kesombongan dan hawa nafsu.
Karena ketika akal dikendalikan nafsu, maka yang lahir adalah kesesatan.
Tapi ketika akal dipandu oleh iman, maka yang lahir adalah keyakinan dan ketaatan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak sempurna agama seseorang sebelum sempurna akalnya.”
(HR. Thabrani)

Artinya, iman tanpa akal bisa tersesat,
dan akal tanpa iman bisa sombong.
Maka keduanya harus bersatu agar manusia mengenal Tuhannya dengan benar.


🌏 Manusia yang Berpikir Akan Melahirkan Kebaikan dan Kamtibmas

Sebagai Da’i Kamtibmas, kita melihat bahwa banyak persoalan sosial muncul karena manusia berhenti berpikir dengan akalnya.
Banyak yang bertindak mengikuti nafsu, emosi, dan keinginan duniawi, bukan dengan akal dan iman.

Padahal, orang yang benar-benar berpikir akan menyadari bahwa:

  • Setiap kejahatan akan berbuah keburukan.
  • Setiap kebaikan akan membawa kedamaian.
  • Dan setiap pelanggaran terhadap hukum Allah pasti menimbulkan kerusakan sosial.

Dengan akal yang sehat dan hati yang beriman, masyarakat akan hidup dalam ketertiban, saling menghormati, dan damai.
Itulah hakikat Kamtibmas yang sesungguhnya — lahir dari kesadaran spiritual dan intelektual.


🌤️ Ilmu dan Akal Menuntun Manusia Mengenal Sang Pencipta

Jamaah sekalian,
Lihatlah para ilmuwan yang meneliti alam semesta.
Semakin dalam mereka mempelajari keteraturan jagat raya, semakin mereka kagum kepada Sang Pencipta.

Seorang ilmuwan besar, Isaac Newton, pernah berkata:

“Semakin aku mempelajari alam semesta, semakin aku yakin bahwa ada Tuhan yang mengatur segalanya.”

Akal yang jernih akan sampai pada satu kesimpulan:
Tidak ada kebetulan di alam ini. Semua ada yang mengatur. Semua tunduk kepada kehendak Allah.


🌺 Penutup: Gunakan Akal untuk Mengenal dan Mendekat kepada Allah

Hadirin yang berbahagia,
Akal adalah nikmat besar.
Dengan akal, kita bisa membaca tanda-tanda kebesaran Allah di sekeliling kita.
Namun, akal juga bisa menyesatkan bila tidak dipandu oleh iman.

Maka gunakanlah akal untuk:

  1. Merenungi ciptaan Allah, bukan hanya untuk urusan dunia.
  2. Mencari kebenaran, bukan pembenaran.
  3. Menemukan kebesaran Allah di balik setiap fenomena alam.

🌿 “Dan di bumi terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan juga pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”
(QS. Adz-Dzariyat: 20–21)

Mari jadikan akal sebagai cermin keimanan, bukan alat kesombongan.
Karena orang yang berpikir dengan hati dan akalnya akan menemukan kedamaian,
dan orang yang mengenal Tuhannya akan menjaga lingkungannya dengan penuh tanggung jawab.

Dengan demikian, iman melahirkan keamanan, dan akal melahirkan ketertiban.
Itulah harmoni antara agama dan Kamtibmas, antara akal dan iman.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Related posts

Leave a Comment