Ilmu dan Akhlak — Dua Sayap Menuju Surga

Bagikan Keteman :

Ilmu dan Akhlak — Dua Sayap Menuju Surga

Andik Irawan, Anggota Da’i Kamtibmas Polres Gresik


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah ﷻ, Dzat yang mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya, dan yang menjadikan ilmu serta akhlak sebagai kemuliaan bagi manusia.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ — teladan utama dalam ilmu dan akhlak yang sempurna.


📖 Ilmu Tanpa Akhlak Adalah Bahaya, Akhlak Tanpa Ilmu Adalah Buta

Jamaah yang dirahmati Allah,
Islam tidak hanya mengajarkan kita untuk menjadi orang pintar, tetapi juga menjadi orang beradab.
Karena kepintaran tanpa adab adalah kebinasaan.

Dulu, para ulama tidak hanya mengajarkan muridnya kitab dan hafalan, tapi juga mengajarkan adab sebelum ilmu.
Imam Malik rahimahullah berkata:

“Pelajarilah adab sebelum engkau mempelajari ilmu.”

Mengapa demikian?
Karena ilmu tanpa akhlak akan melahirkan kesombongan, kebohongan, dan kerusakan.
Sedangkan akhlak tanpa ilmu akan melahirkan kesesatan dan fanatisme buta.

Maka, ilmu dan akhlak adalah dua sayap yang harus seimbang agar manusia bisa terbang menuju surga.


🌾 Rasulullah ﷺ: Teladan Sempurna dalam Ilmu dan Akhlak

Allah ﷻ berfirman:

“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar memiliki akhlak yang agung.”
(QS. Al-Qalam: 4)

Rasulullah ﷺ bukan hanya pengajar ilmu, tapi juga pendidik akhlak.
Beliau tidak hanya berbicara tentang hukum halal-haram, tapi juga menanamkan rasa kasih sayang, kejujuran, dan tanggung jawab.

Ketika seseorang datang kepada beliau meminta nasihat, Rasul tidak menjawab dengan teori panjang, tapi dengan kalimat pendek yang menyentuh hati:

“Jangan marah.”
(HR. Bukhari)

Sederhana, tapi penuh makna.
Itulah ilmu yang berbuah akhlak — ilmu yang menenangkan, bukan menyerang; membangun, bukan menjatuhkan.


💎 Ciri Orang Berilmu yang Berakhlak

Saudaraku, ada beberapa tanda orang berilmu yang akhlaknya mulia:

  1. Rendah hati meski berilmu tinggi.
    Ia sadar bahwa semakin banyak ilmu, semakin besar tanggung jawabnya di hadapan Allah.
  2. Berbicara dengan santun.
    Ilmunya tidak menjadikannya kasar atau merendahkan orang lain.
  3. Mengamalkan apa yang diketahui.
    Karena ilmu tanpa amal hanyalah tumpukan kata.
  4. Menyebarkan kebaikan dan mencegah keburukan.
    Ia menjadi pelita di tengah masyarakat — menerangi, bukan membakar.
  5. Tidak iri dan tidak sombong.
    Karena akhlak yang baik lahir dari hati yang bersih, bukan dari gengsi.

⚖️ Ilmu dan Akhlak dalam Menjaga Kamtibmas

Sebagai Da’i Kamtibmas, kita tahu bahwa masyarakat yang berilmu dan berakhlak baik akan hidup damai dan tertib.
Mengapa banyak kekacauan dan kejahatan terjadi?
Karena manusia berilmu tentang hukum, tapi tidak berakhlak terhadap sesama.

Ilmu hukum mengajarkan batasan,
tapi akhlak mengajarkan empati dan kasih.
Ilmu mengatur perilaku,
tapi akhlak menata hati.

Maka, keamanan sejati (Kamtibmas) bukan hanya hasil dari penegakan hukum, tapi juga hasil dari pendidikan akhlak.

Jika masyarakat memiliki ilmu yang benar dan akhlak yang luhur,
maka tak perlu banyak peringatan — mereka akan menjaga diri, menghormati orang lain, dan mencintai kedamaian.


🌼 Kisah Teladan: Akhlak yang Mengalahkan Ilmu

Dikisahkan, suatu hari Imam Syafi’i rahimahullah ditanya oleh muridnya,
“Wahai Imam, mana yang lebih utama — ilmu atau akhlak?”

Beliau menjawab,

“Ilmu adalah mahkota, dan akhlak adalah perhiasannya. Tanpa akhlak, mahkota itu tidak pantas dikenakan.”

Betapa dalam makna kata ini.
Ilmu membuat seseorang tampak tinggi,
tapi akhlaklah yang menjadikannya dihormati.

Tanpa akhlak, ilmu bisa berubah menjadi alat kesombongan.
Namun dengan akhlak, ilmu menjadi berkah dan rahmat bagi sesama.


🌺 Penutup: Terbang dengan Dua Sayap

Hadirin yang dimuliakan Allah,
Mari kita renungkan:
Ilmu membuat manusia tahu arah,
Akhlak membuat manusia tahu cara.
Ilmu menuntun otak,
Akhlak menuntun hati.

Dua-duanya adalah sayap menuju surga.

🌿 “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”
(QS. Al-Hujurat: 13)

Maka jadilah orang berilmu yang berakhlak,
yang menebar manfaat, bukan mudarat.
Yang membawa cahaya, bukan api.
Yang menjaga kedamaian, bukan kebencian.

Dengan ilmu kita paham hukum,
dengan akhlak kita menegakkan kasih.
Dan di situlah letak kunci Kamtibmas yang hakiki — keamanan yang tumbuh dari hati.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Related posts

Leave a Comment