Peran Tokoh Agama dalam Menjaga Kamtibmas

Bagikan Keteman :



Andik Irawan – Da’i Kamtibmas Polres Gresik


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, sang pembawa rahmat bagi seluruh alam, bukan hanya untuk satu golongan, tapi untuk semua manusia.

Kami dari Da’i Kamtibmas Polres Gresik hadir mengajak seluruh lapisan masyarakat — terutama para tokoh agama, ustaz, kyai, dan penceramah — untuk bersama-sama menjaga kedamaian, keamanan, dan persaudaraan umat di bumi Gresik yang kita cintai ini.

Saudara-saudaraku para tokoh agama yang dimuliakan Allah,
Dakwah adalah amanah suci. Melalui lisan para dai dan ulama, umat mendapatkan petunjuk, ketenangan, dan arah hidup.
Namun, dalam semangat berdakwah, terkadang tanpa disadari kita terlalu vokal untuk kalangan sendiri, hingga tersampaikan di ruang publik yang heterogen — masjid umum, lapangan umum, atau media sosial yang terbuka untuk semua.

Padahal, apa yang baik dan sesuai bagi kalangan kita, belum tentu bisa diterima dengan cara yang sama oleh saudara-saudara dari kalangan lain.
Inilah yang sering kali menjadi pemicu salah paham dan gesekan sosial.

Maka, kami memohon dengan sangat — mari kita jaga cara dan ruang dakwah kita.
Bukan membatasi dakwah, tetapi menata kebijaksanaan dalam berdakwah.

Ingat pesan Allah dalam Al-Qur’an:

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang paling baik.”
(QS. An-Nahl: 125)

Hikmah itu artinya tahu tempat, waktu, dan cara yang tepat.
Jika dakwah ditujukan untuk kalangan sendiri, maka sampaikanlah di forum internal.
Namun bila disampaikan di forum umum, gunakanlah bahasa persaudaraan, bukan bahasa perbedaan.

Karena masyarakat hari ini sangat beragam: latar belakang, organisasi, dan cara pandang.
Maka dakwah yang baik adalah yang mendinginkan hati, bukan memanaskan emosi.
Yang mempertemukan hati, bukan memisahkan jamaah.

Sebagai Da’i Kamtibmas, kita semua memiliki tanggung jawab moral:
menjaga agar masjid tetap menjadi tempat ketenangan, bukan arena debat;
lapangan menjadi ruang kebersamaan, bukan panggung perpecahan;
dan media sosial menjadi sarana dakwah santun, bukan tempat saling menyalahkan.

Karena kalau tokoh agama sejuk dalam berdakwah, umat pun akan damai dalam beribadah.
Dan jika para dai bersatu dalam semangat ukhuwah, maka Gresik akan aman, tenteram, dan penuh berkah.


Saudara-saudaraku,
Mari kita jadikan dakwah sebagai jembatan cinta, bukan tembok perpecahan.
Kita boleh berbeda dalam organisasi dan cara pandang, tapi tujuan kita satu — ingin masyarakat beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Kami dari Da’i Kamtibmas Polres Gresik mengajak seluruh tokoh agama:

“Mari berdakwah dengan hikmah, menjaga Kamtibmas dengan santun, dan menyebar kedamaian melalui lisan yang penuh rahmat.”

Semoga Allah menjaga langkah kita, menyatukan hati para dai, dan meneguhkan semangat ukhuwah di bumi Gresik yang kita cintai.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saya Andik Irawan, Da’i Kamtibmas Polres Gresik.

“Dakwah yang menyejukkan, masyarakat yang aman, itulah jalan menuju Gresik yang damai dan penuh berkah.”


Related posts

Leave a Comment