Wahai Orang Kaya yang Budiman: Bersatulah, Bantu Sesama — Jangan Biarkan Rentenir Menjarah Harga Hidup Mereka

Bagikan Keteman :


Wahai Orang Kaya yang Budiman: Bersatulah, Bantu Sesama — Jangan Biarkan Rentenir Menjarah Harga Hidup Mereka”
Andik Irawan – Da’i Kamtibmas Polres Gresik


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Rabbil ‘alamin yang telah menanamkan rasa kasih dan tanggung jawab antar sesama. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, yang mengajarkan kita erti tolong-menolong dan keadilan sosial.

Kami dari Da’i Kamtibmas Polres Gresik hadir menyampaikan pesan kemanusiaan: ajakan kepada saudara-saudara kita yang diberi kelapangan rezeki untuk bersatu membantu sesama, sehingga masyarakat terhindar dari jerat rentenir dan kezaliman ekonomi.


Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Di antara tanda masyarakat yang beradab adalah ketika kaum yang mampu tidak membiarkan kaum yang lemah jatuh ke dalam lubang penderitaan. Ketika orang kaya berdiri di sisi kebenaran dan kasih sayang, maka masyarakat akan kuat; ketika mereka acuh, kezaliman akan menguasai — salah satunya melalui rentenir lintah darat yang merampas harga hidup umat.

Hakikatnya, harta adalah amanah. Allah menguji siapa menyimpan dan siapa menafkahkannya di jalan yang benar. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”

Bantulah dalam bentuk nyata: zakat yang tepat sasaran, wakaf yang produktif, modal usaha mikro tanpa bunga, atau sistem gotong-royong modal bergulir. Jika kaum mampu bersatu membangun koperasi, dana bergulir, atau bank wakaf mikro, maka rentenir tidak akan lagi punya ruang untuk menjerat tetangga kita.

Jangan biarkan orang yang benar-benar butuh — petani, pedagang kecil, keluarga dhuafa — justru dilayani oleh orang jahat yang hanya mengejar keuntungan dari derita mereka. Jika itu terjadi, kelak kita semua akan terseret dalam akibatnya: utang menumpuk, konflik keluarga, kriminalitas meningkat, dan ketidakamanan sosial meluas.

Sebagai pejabat, aparat, dan warga, kita memiliki peran:

  1. Para pejabat dan tokoh masyarakat — fasilitasi regulasi lokal dan dukung lembaga keuangan syariah/koperasi.
  2. Para pengusaha dan orang kaya — alihkan sebagian CSR untuk program pemberdayaan, buka akses modal lunak.
  3. Masyarakat — jaga solidaritas, laporkan praktik rentenir, dan rangkul saudara yang terjerat.

Ingatlah, memberi bukan sekadar mengurangi harta; memberi menyucikan jiwa, memperkuat silaturahim, dan menumbuhkan keamanan sosial. Allah berfirman bahwa sedekah menghapus dosa dan menambah keberkahan. Bila kita lalai, maka neraca kebaikan sosial akan timpang — dan ketidakamanan pun akan datang.


Wahai saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah,
Mari bersatu: kaum mampu, aparat, tokoh masyarakat, dan warga — bergandeng tangan membangun sistem ekonomi yang adil dan berperikemanusiaan. Hentikan ruang bagi rentenir, buka jalan bagi modal yang mencerahkan, dan jadikan rasa empati sebagai budaya.

Dengan begitu, kita bukan hanya menyelamatkan individu, tetapi menjaga keselamatan kampung, keamanan, dan keharmonisan sosial.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saya Andik Irawan, Da’i Kamtibmas Polres Gresik, mengajak:

“Bersatu kita bantu, bersama kita selamatkan—agar tidak ada lagi saudaraku yang terhisap oleh kelalaian kepedulian kita.”


Related posts

Leave a Comment