Meneguhkan Iman dan Akal Sehat sebagai Pondasi Kamtibmas

Bagikan Keteman :

Andik Irawan, S.Pd.I – Anggota Da’i Kamtibmas Porles Gresik


Bapak-Ibu, para hadirin yang saya hormati,
Salah satu modal terbesar dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) adalah masyarakat yang memiliki keyakinan iman yang kokoh dan akal sehat yang terjaga. Karena orang yang beriman dengan akal yang sehat, hidupnya terarah, tidak mudah terprovokasi, tidak mudah dibakar emosi, dan tidak mudah terseret tindakan yang merusak ketertiban umum.

Untuk memahami bagaimana iman dan akal sehat membentuk masyarakat yang aman, mari kita lihat sebuah analogi sederhana.

Bayangkan seseorang berjalan di tengah padang pasir. Udara panas, pasir tandus, dan tiba-tiba ia melihat jejak kaki unta berderet rapi. Orang ini langsung yakin, “Pasti ada unta yang lewat di sini.”
Apakah ia melihat untanya langsung? Tidak.
Apakah ia tahu kapan unta itu lewat? Tidak penting.
Yang penting akalnya berkata: jejak tidak mungkin ada tanpa yang membuat jejak.

Hadirin sekalian,
Begitu juga dalam kehidupan kita. Untuk meyakini adanya Tuhan yang mengatur seluruh alam semesta, kita tidak harus melihat wujud-Nya. Cukup melihat jejak-jejak-Nya, yaitu keteraturan alam ini. Akal sehat akan langsung berkata: yang teratur pasti ada yang mengatur.

Keyakinan seperti ini bukan hanya meneguhkan iman, tetapi juga melahirkan kepribadian yang tertib, tenang, tidak gegabah, dan mudah diarahkan pada kebaikan. Inilah karakter masyarakat yang ideal untuk mewujudkan Kamtibmas yang kokoh.

Mengapa?
Karena orang yang memahami Tuhan melalui akal sehat adalah orang yang:

  1. Tidak mudah menjadi pelaku kejahatan, sebab ia merasa diawasi oleh Sang Pengatur.
  2. Tidak mudah membuat keonaran, sebab akalnya terlatih berpikir logis dan tidak emosional.
  3. Tidak mudah terprovokasi berita bohong, sebab ia terbiasa menimbang bukti, bukan emosi.
  4. Tidak mudah hidup sembarangan, karena ia sadar setiap tindakan ada konsekuensinya.

Hadirin yang saya muliakan,
Kamtibmas itu bukan hanya soal polisi, keamanan, dan aturan. Kamtibmas itu bermula dari ketertiban akal dan ketenangan hati setiap warga negara. Ketika iman seseorang teguh karena akalnya mampu membaca tanda-tanda Tuhan dalam kehidupan ini, maka jiwanya stabil. Orang seperti ini tidak mudah terseret pada narkoba, perjudian, tawuran, kabar palsu, dan tindakan destruktif lainnya.

Analoginya sederhana:
Jika seseorang mampu “membaca jejak unta” di padang pasir dan menyimpulkan kebenaran, maka ia juga mampu membaca “jejak” berbagai masalah sosial, membedakan mana yang baik dan mana yang merusak ketertiban.

Dengan kata lain, iman yang sehat melahirkan masyarakat yang sehat, dan masyarakat yang sehat melahirkan Kamtibmas yang kuat.

Oleh karena itu, mari kita jaga akal sehat kita. Mari kita kuatkan iman kita. Gunakan keduanya sebagai dasar berpikir dalam keluarga, tetangga, dan lingkungan kita. Karena ketika akal sehat dan iman bekerja bersama, masyarakat akan menjadi tenang, damai, dan jauh dari gangguan.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang menjaga diri, menjaga keluarga, dan menjaga lingkungan, agar Kamtibmas tetap kondusif demi masa depan yang aman dan harmonis.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.


Related posts

Leave a Comment