Andik Irawan – Anggota Da’i Kamtibmas Porles Gresik
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bapak ibu jamaah sekalian yang dirahmati Allah,
Tema kita hari ini adalah “Manusia beriman yang jenius adalah manusia yang paling mengkhawatirkan masa depan akhiratnya, sedangkan yang lemah akal dan rapuh jiwanya adalah yang terlalu mengkhawatirkan dunia—takut miskin, takut kekurangan—hingga lupa urusan akhirat.”
1. Kekhawatiran Seorang Mukmin yang Jenius: Fokus pada Akhirat
Orang beriman yang kuat dan cerdas tidak menghabiskan hidupnya memikirkan harta, kedudukan, atau ketakutan akan kemiskinan. Ia lebih takut hisab, kubur, dan nasibnya di hadapan Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang yang cerdas adalah orang yang mampu menahan hawa nafsunya dan mempersiapkan dirinya untuk kehidupan setelah mati.”
(HR. Tirmidzi)
Artinya: kecerdasan sejati bukan sekadar IQ tinggi, sekolah tinggi, atau kaya raya. Kecerdasan sejati adalah kemampuan mengatur hidup agar selamat di akhirat.
Sedangkan orang yang lemah akalnya, kata Nabi, adalah yang larut mengikuti hawa nafsu dunia, lalu berharap-harap kosong kepada Allah.
2. Kekhawatiran yang Tidak Perlu: Takut Miskin, Takut Kekurangan
Banyak orang begitu takut miskin sampai lupa bahwa rezeki sudah dijamin Allah.
Allah berfirman:
“Dan tidak ada satu makhluk melata di bumi melainkan Allah-lah yang menjamin rezekinya.”
(QS. Hud: 6)
Rasa takut miskin sering melahirkan sifat-sifat buruk:
• cemas berlebihan
• ingin mengambil hak orang lain
• melakukan penipuan
• malas bersedekah
• tidak percaya pada takdir
Ini adalah kondisi jiwa yang rapuh, bukan jiwa orang beriman.
3. Kaitannya dengan Kamtibmas
Bapak ibu sekalian, ketika masyarakat fokus pada dunia dan takut miskin, maka muncul:
- kriminalitas: pencurian, penipuan, perampokan
- konflik sosial: iri, dengki, pertengkaran
- rasa tidak aman di lingkungan
- kekacauan moral: suap, korupsi, fitnah
Sebaliknya, manusia yang fokus akhirat akan:
- menjaga diri dari perbuatan zalim
- takut menyakiti orang lain
- takut merampas hak orang
- menjaga lisan dan perilaku
- membangun ketentraman masyarakat
Karena ia sadar: setiap tindakan akan diperiksa oleh Allah kelak.
Inilah inti Kamtibmas: ketenangan, kedamaian, dan keamanan muncul dari hati-hati yang takut kepada Allah.
4. Cara Menjadi Mukmin yang Jenius dan Menjaga Kamtibmas
- Perkuat ibadah, agar hati selalu ingat akhirat.
- Hindari keserakahan, karena serakah adalah sumber konflik.
- Bersyukur dengan rezeki yang ada, karena syukur menenangkan jiwa.
- Jauhi perilaku merugikan orang lain, karena setiap dosa sosial adalah sumber kegaduhan.
- Bantu tetangga dan masyarakat, karena kebaikan sosial adalah benteng Kamtibmas.
Penutup
Mari kita menjadi orang beriman yang jenius:
lebih takut akan nasib akhirat daripada ketakutan hidup dunia.
Karena ketika masyarakat takut kepada Allah, maka Allah turunkan ketenangan. Ketika masyarakat takut miskin, takut kekurangan, maka lahirlah kegaduhan sosial.
Semoga kita semua termasuk hamba yang cerdas, selamat di dunia, damai dalam masyarakat, dan mulia di akhirat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.