SETIAP AMANAH PASTI TERKAIT DG KEMAMPUAN

Bagikan Keteman :

Andik Irawan, S.Pd.I -Anggota da’i kamtibmas polres Gresik


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bapak-Ibu jamaah sekalian, malam ini kita perlu berbicara tentang amanah yang berat, yang sering dilupakan, padahal menjadi fondasi keamanan masyarakat: amanah istri dan amanah anak. Dan terutama, amanah anak — karena dari anak-anaklah lahir generasi yang menjaga atau merusak Kamtibmas.

Saudaraku, dalam syariat Islam anak itu titipan yang sangat besar. Nabi ﷺ menegaskan bahwa setiap anak lahir dalam keadaan fitrah, dan orang tuanyalah yang akan membentuknya. Bila pendidikan salah, bila perhatian hilang, bila hak-hak anak diabaikan — maka anak-anak ini tumbuh tanpa arah, mudah terjerumus ke pergaulan bebas, narkoba, kekerasan, bahkan kriminalitas. Dan inilah yang merusak Kamtibmas.

Maka prinsip dasarnya jelas: amanah itu harus sebanding dengan kemampuan. Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuan, tetapi jika kita mengambil amanah besar padahal tidak mampu — itu bukan ibadah, tapi kelalaian yang membawa kerusakan sosial.

1. Hak pendidikan agama

Anak wajib memperoleh pendidikan agama yang benar. Jika anak tidak kenal Allah, tidak kenal akhlak, tidak kenal adab, bagaimana mungkin ia tumbuh menjadi warga yang menjaga keamanan? Banyak masalah Kamtibmas berawal dari anak yang tidak punya pondasi moral: perkelahian, geng motor, pencurian, penyalahgunaan teknologi. Semua itu akar utamanya adalah kegagalan pendidikan agama dari rumah.

2. Hak pendidikan umum dan kemampuan hidup

Anak wajib diberi pendidikan yang layak. Bukan sekadar sekolah, tetapi juga keterampilan hidup. Di zaman ini, anak harus dibekali kemampuan membaca situasi, memahami teknologi, bisa berkomunikasi baik, dan bekerja keras. Anak yang tidak diberi kemampuan ini berpotensi menjadi beban masyarakat, bahkan berpotensi terseret ke jalan yang merusak Kamtibmas.

3. Hak kehormatan dan martabat

Anak tidak boleh dihina, dimaki, atau diremehkan. Anak yang tumbuh dalam kekerasan verbal atau fisik sering tumbuh menjadi pribadi yang keras pula, mudah marah, bahkan mudah melakukan pelanggaran terhadap orang lain. Menjaga kehormatan anak berarti membangun karakter yang kuat dan stabil, yang kelak mampu menjaga ketertiban masyarakat.

4. Hak fasilitas sesuai zaman

Ingat, fasilitas zaman sekarang berbeda dari zaman dulu. Anak harus punya alat belajar, ruang aman untuk bertumbuh, akses informasi yang benar, dan lingkungan positif. Bila fasilitas dasar tidak terpenuhi, anak mudah terseret arus negatif, lalu masalah Kamtibmas muncul: kenakalan remaja, nongkrong liar, tawuran, pem-bully-an, dan sebagainya.

5. Hak nafkah yang layak

Anak wajib diberi kebutuhan dasar: makanan, pakaian, kesehatan, dan tempat tinggal yang aman. Anak yang tumbuh di lingkungan kekurangan dan konflik keluarga cenderung mencari jalan pintas yang merusak stabilitas sosial.


Jamaah sekalian, dari sinilah kita memahami: jumlah anak harus sesuai kemampuan. Banyak anak tetapi tidak mampu mendidik dan menafkahi, itu membuka pintu kerusakan — bukan hanya bagi keluarga, tapi bagi masyarakat. Begitu pula dalam poligami, Islam membolehkan empat istri, tetapi dengan syarat ketat: mampu menafkahi, mampu adil. Jika tidak, itu bukan sunnah — itu sumber masalah dan potensi konflik keluarga yang bisa meluber ke masyarakat.

Karena itu, orang tua harus sadar bahwa mendidik anak bukan hanya urusan rumah tangga, tetapi juga urusan Kamtibmas. Anak yang baik akan menjaga keamanan. Anak yang buruk akan merusak keamanan.

Ingat, keamanan masyarakat tidak hanya dijaga polisi — dijaga dari rumah. Dijaga dari orang tua. Dijaga dari tanggung jawab amanah anak. Banyak pelaku kejahatan besar awalnya adalah anak-anak yang tidak dipenuhi haknya di rumah.


Kesimpulannya:

Amanah istri dan anak harus sesuai kemampuan.
Hak anak wajib dipenuhi: pendidikan agama, pendidikan umum, kehormatan, fasilitas, nafkah.
Kegagalan orang tua menunaikan amanah berarti membuka pintu rusaknya Kamtibmas.
Rumah tangga yang kuat membangun masyarakat yang aman.

Mari kita jaga amanah ini, bukan hanya demi keluarga kita, tetapi demi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kita cintai.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Related posts

Leave a Comment