Menguatkan Silaturahmi sebagai Pondasi Masyarakat Damai
Andik Irawan, S.Pd.I, Anggota Da’i Kamtibmas Polres Gresik
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah yang telah menjadikan silaturahmi sebagai sumber berkah dan perpanjangan umur.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, sang teladan agung yang mengajarkan pentingnya menjalin kasih sayang antar sesama manusia.
🌸 Silaturahmi: Ikatan Rahmat dari Allah
Hadirin yang dirahmati Allah,
Silaturahmi bukan sekadar berkunjung, bersalaman, atau saling menyapa.
Silaturahmi adalah jembatan hati antara sesama mukmin agar saling mengenal, saling menolong, dan saling mendoakan dalam kebaikan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini bukan sekadar janji rohani — tapi juga realitas sosial:
Orang yang menjaga silaturahmi akan banyak saudara, banyak peluang, dan banyak keberkahan.
🌾 Silaturahmi: Pondasi Perdamaian di Masyarakat
Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, silaturahmi adalah pondasi perdamaian.
Ketika warga saling mengenal, saling sapa, dan saling menghormati — maka tak akan mudah terprovokasi atau diadu domba.
Sebaliknya, ketika hubungan renggang, jarang bertegur sapa, mudah curiga dan tersinggung — di situlah api perpecahan mudah menyala.
Oleh karena itu, sebagai Da’i Kamtibmas, kita harus mengingatkan bahwa menjaga silaturahmi bukan hanya amal ibadah, tapi juga strategi menjaga keamanan dan ketertiban sosial.
Karena di masyarakat yang saling kenal dan saling peduli, kejahatan sulit tumbuh.
🌙 Silaturahmi yang Putus, Doa pun Tertahan
Rasulullah ﷺ mengingatkan dalam hadis lain:
“Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahmi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Subhanallah…
Begitu berat ancaman bagi orang yang memutus hubungan dengan saudaranya, terutama karena hal-hal sepele — seperti salah paham, gengsi, atau perkara dunia.
Maka siapa pun di antara kita yang pernah tersinggung, kecewa, atau terluka — hendaknya memaafkan dan menyambung kembali tali silaturahmi.
Karena yang memaafkan bukan orang lemah, tapi orang yang kuat imannya.
🕊️ Silaturahmi di Era Digital
Kini, dunia kita sudah berubah. Silaturahmi tidak hanya dilakukan secara langsung, tapi juga melalui media sosial dan teknologi.
Gunakanlah WhatsApp, Facebook, atau Instagram untuk:
- Mengucapkan salam dan doa.
- Menanyakan kabar orang tua, sahabat, dan tetangga.
- Mengingatkan dalam kebaikan, bukan menyebar hoaks atau kebencian.
Ingat, klik dan postingan kita bisa jadi jembatan silaturahmi atau justru pemutusnya.
Bijaklah dalam bermedia, agar ukhuwah tidak terputus karena jari-jemari yang salah menulis.
🌼 Silaturahmi Membawa Keamanan dan Ketenangan
Hadirin sekalian,
Bila silaturahmi hidup, maka:
- Persaudaraan tumbuh.
- Perselisihan mudah diredam.
- Masalah cepat terselesaikan.
- Lingkungan menjadi aman dan tenteram.
Inilah sebabnya Rasulullah ﷺ selalu memulai dakwahnya dengan membangun hubungan kasih sayang dan kebersamaan.
Karena beliau tahu, umat yang kuat adalah umat yang bersatu hati.
💎 Peran Tokoh Agama dan Masyarakat
Tokoh agama, aparat, dan warga semua punya peran penting dalam memperkuat silaturahmi:
- Tokoh agama (ulama dan ustadz) menjadi penyejuk hati umat, mendorong masyarakat agar saling memaafkan dan mempererat hubungan.
- Tokoh masyarakat harus menjadi jembatan, bukan tembok — merangkul semua pihak tanpa membeda-bedakan.
- Aparat keamanan (umaro dan Kamtibmas) berperan menjaga suasana kondusif agar silaturahmi tumbuh dalam kedamaian.
Karena sejatinya, agama dan keamanan berjalan beriringan.
Tidak mungkin ada kedamaian tanpa ukhuwah, dan tidak mungkin ada ukhuwah tanpa silaturahmi.
🌺 Penutup: Jadikan Silaturahmi Sebagai Ibadah
Hadirin yang berbahagia,
Mari kita jadikan silaturahmi bukan sekadar tradisi Lebaran, tapi rutinitas kehidupan.
Bersilaturahmilah sebelum datang waktu di mana kita tak bisa lagi melangkah.
Hubungi kembali saudara yang lama tak disapa.
Doakan sahabat yang jauh di mata, tapi dekat di hati.
Karena sesungguhnya, orang yang menjaga silaturahmi akan dijaga oleh Allah dari bala dan musibah.
🌿 “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi.”
(QS. An-Nisa’: 1)
Semoga Allah menanamkan kasih sayang di hati kita,
mempererat tali silaturahmi di antara umat,
dan menjadikan negeri kita — Gresik, Indonesia — negeri yang aman, damai, dan penuh berkah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
By: Andik Irawan