Keberuntungan Orang yang Memiliki Keyakinan Agama dan Dampaknya bagi Kamtibmas

Bagikan Keteman :

Andik Irawan, S.Pd.I – Anggota Da’i Kamtibmas Porles Gresik

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hadirin yang saya hormati,

Pada kesempatan ini mari kita renungkan satu anugerah besar dalam hidup manusia, yaitu memiliki dan memegang erat suatu keyakinan agama. Sungguh, tidak semua orang diberi taufik untuk mengenal Tuhannya, memegang ajaran-Nya, dan menjadikannya pedoman hidup. Dan barang siapa sudah diberi nikmat itu, maka ia telah mendapatkan keberuntungan yang sangat besar.

Saudaraku sekalian,
Mengapa orang yang beragama itu beruntung?
Karena setelah ia memiliki iman, hidupnya tidak lagi bersandar hanya kepada akal manusia yang terbatas. Akal manusia memang penting, tetapi ia memiliki sekat dan kelemahan. Akal bisa keliru, bisa tertipu, bisa goyah oleh hawa nafsu, bisa terkikis oleh emosi, bahkan bisa berubah-ubah sesuai keadaan.

Namun orang beragama hidup dengan panduan yang jauh lebih tinggi. Ia hidup dengan ajaran agama yang merupakan pikiran Tuhan, wahyu Tuhan, petunjuk Tuhan. Dan pikiran Tuhan tentu tidak terbatas, tidak terpengaruh hawa nafsu, tidak terjebak kepentingan, dan tidak pernah salah.

Oleh karena itu, orang yang taat pada ajaran agama sesungguhnya sedang hidup dengan bimbingan yang sempurna. Setiap langkahnya diarahkan, setiap keputusannya diperkuat, setiap kegelisahannya ditenangkan. Inilah yang membuat orang beragama hidup lebih teratur, lebih tenang, lebih terarah, dan lebih selamat.

Hadirin yang dimuliakan Allah,
Inilah keberuntungan besar: hidup sesuai pikiran Tuhan, bukan hanya pikiran manusia.

Dan ketika manusia hidup dengan ajaran agama yang benar, maka lahirlah karakter-karakter mulia:
• jujur,
• amanah,
• tidak mencuri,
• tidak menipu,
• menghargai sesama,
• taat aturan,
• penyabar,
• tidak melakukan kekerasan,
• tidak suka membuat keresahan.

Nah… di sinilah poin pentingnya bagi Kamtibmas.

Hadirin sekalian,
Keamanan dan ketertiban masyarakat tidak mungkin lahir hanya dari undang-undang dan aparat. Undang-undang memberi batasan, aparat memberi pengawasan, tetapi yang paling menjaga Kamtibmas adalah kesadaran dalam hati manusia.

Dan kesadaran itu tumbuh dari apa?
Dari agama.

Semakin kuat seseorang berpegang pada ajaran agamanya, semakin kecil peluang ia membuat kegaduhan, keonaran, atau kriminalitas.
Mengapa?
Karena ia tahu:
• Tuhan melihat,
• Tuhan mencatat,
• Tuhan mengawasi,
• dan Tuhan membalas.

Keyakinan inilah yang membuat seseorang berhati-hati dalam setiap tindakan.

Saudaraku,
Maka masyarakat yang beruntung adalah masyarakat yang memiliki penduduk beragama, beriman, dan taat pada ajarannya. Karena orang beragama bukan hanya menjaga dirinya, tetapi juga membawa efek positif bagi lingkungannya. Ia menjadi sumber ketenteraman, bukan sumber masalah.

Wahyu Tuhan menuntun manusia menuju akhlak, dan akhlak adalah fondasi terbesar Kamtibmas.

Bayangkan jika seluruh masyarakat:
• jujur,
• tidak korup,
• tidak iri dengki,
• tidak menipu,
• tidak memfitnah,
• tidak berbuat zalim,
• saling menghormati,
• saling membantu—
Maka polisi pun akan bekerja lebih ringan, aparat lebih tenang, dan masyarakat hidup dalam keamanan.

Agama bukan hanya ibadah, tetapi menjaga karakter yang membuat lingkungan aman.

Hadirin sekalian,
Maka mari kita syukuri jika kita sudah memiliki agama. Pegang erat keyakinan itu, pelajari ajarannya, dan jadikan ia kompas kehidupan. Karena dengan itu kita sedang menapaki hidup bukan dengan pikiran kita sendiri, tetapi dengan pikiran Tuhan yang pasti membawa kita pada keselamatan dan kebahagiaan.

Dan lebih dari itu, kita ikut berkontribusi besar menjaga Kamtibmas. Karena masyarakat yang taat agama adalah masyarakat yang paling aman, paling tertib, dan paling damai.

Semoga kita semua termasuk hamba-hamba yang beruntung ini.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Related posts

Leave a Comment