Andik Irawan, S.Pd.I – Anggota Da’i Kamtibmas Porles Gresik
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Ketahuilah bahwa dalam hidup ini ada dosa-dosa yang belum bisa dihapus hanya dengan sholat, istighfar, atau amal-amal biasa. Sebagian dosa baru dihapus oleh Allah melalui ujian, terutama ujian sakit yang menimpa seorang hamba.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seorang muslim tertimpa sakit, kepayahan, kegelisahan, kesedihan, gangguan, ataupun duka cita, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah menghapus dosa-dosanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya, sakit yang kita alami bukan sekadar rasa perih di tubuh, tetapi operasi ruhani yang Allah lakukan untuk membersihkan dosa kita.
Ada dosa yang kita tidak sadari, ada kesalahan yang tidak terucap dalam istighfar kita, dan Allah membersihkannya melalui rasa sakit yang kita terima dengan sabar.
Allah juga berfirman:
“Dan sungguh akan Kami uji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah: 155)
Dan dalam ayat berikutnya Allah menyebutkan balasan bagi mereka yang sabar:
“Mereka itulah yang mendapat rahmat dan ampunan dari Tuhan mereka.”
(QS. Al-Baqarah: 157)
Inilah sebabnya orang beriman yang matang dan kokoh hatinya ketika diuji sakit, bahkan sakit yang sangat berat, ia tetap menerima dengan ridha. Ia berkata dalam hatinya:
“Kalau sakit ini adalah jalan menuju ampunan-Mu, ya Allah… aku ikhlas.”
Karena bagi orang beriman, ampunan Allah jauh lebih berharga daripada:
- kesehatan,
- jabatan,
- kekayaan,
- dan kenikmatan dunia apa pun.
Kaitannya dengan Kamtibmas
Masyarakat yang memahami makna sakit sebagai ujian dan pembersihan dosa akan memiliki jiwa yang tenang.
Orang seperti ini:
- tidak mudah marah,
- tidak melampiaskan emosi ke tetangga,
- tidak memicu keributan,
- tidak mudah tersinggung,
- tidak menimbulkan konflik sosial.
Ia sabar menghadapi takdir, sehingga lingkungan pun ikut aman dan sejuk.
Sebaliknya, orang yang tidak memahami ujian hidup sering kali ketika sakit atau menghadapi masalah:
- menyalahkan orang lain,
- curiga berlebihan,
- mudah tersulut emosi,
- melakukan kekerasan atau pertengkaran,
- hingga menimbulkan gangguan Kamtibmas.
Karena itu, ketenangan masyarakat sangat dipengaruhi oleh kedewasaan iman warganya.
Jika masyarakat siap menghadapi ujian, siap menerima sakit dengan sabar, maka lingkungan akan:
- terbebas dari konflik,
- terhindar dari provokasi,
- dan lebih mudah dijaga keamanannya.
Penutup
Mari kita kuatkan iman dan lapangkan hati. Ketahuilah bahwa sebagian sakit yang Allah hadirkan bukan hukuman, tetapi karunia ampunan. Bila kita mampu bersabar dan ridha, maka bukan hanya dosa kita terhapus, tetapi kita pun turut membangun lingkungan yang aman, teduh, dan jauh dari pertikaian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.